Wednesday, 8 January 2014

Jatuh Cinta pada Krabi

Pertengahan bulan Desember kemarin, kami berkesempatan mengunjungi Krabi, kota pantai yang terletak di selatan Thailand. Krabi bisa dicapai dalam waktu kurang lebih satu jam duapuluh menit perjalanan pesawat dari Bangkok. Apa saja yang menarik di Krabi sampai membuat banyak orang jatuh cinta, termasuk saya?

Seperti halnya kawasan pantai di wilayah Laut Andaman, pemandangan di Krabi dihiasi oleh gugusan batu kapur atau limestone ditutupi vegetasi hijau liar yang menjulang tinggi dan sangat menakjubkan. Dalam perjalanan dari bandara menuju hotel selama kurang lebih 40 menit, mulut saya dibuat ternganga oleh pemandangan sepanjang jalan yang diapit pegunungan kapur raksasa. Melihatnya, saya semakin tersadar kalau kita, manusia, begitu kerdil bila berhadapan dengan alam, tidak ada apa-apanya.

Gugusan pegunungan kapur yang umum terlihat di bagian selatan Thailand termasuk Krabi

Hotel kami terletak di kawasan Ao Nang, dimana terdapat banyak toko-toko souvenir, aneka restoran internasional, hotel, dan yang terpenting, pantai dapat dicapai hanya dengan menyeberang jalan. Restoran dan bar di kawasan ini begitu beragam, diantaranya adalah restoran bercitarasa Swedia, Thai-Swiss, Italian, dan Irish. Berbicara tentang restoran yang terakhir, kami sempat tertawa geli ketika mendengar seorang pelayan mengajak sekelompok keluarga Melayu yang kebetulan lewat untuk mampir di bar mereka yang lokasinya relatif tersembunyi masuk ke dalam gang..tapi namanya juga usaha ya? :)

Suasana lalu lintas di kota Krabi, lively town lovely people

Kawasan Ao Nang yang populer di Krabi

Satu dari sekian banyak agen yang menawarkan paket-paket ekskursi menarik

Tentang tempat kami menginap, saya mendapatkannya dari situs ini. Seperti umumnya daerah selatan Thailand yang bertetangga dengan Malaysia, hampir 40% penduduk Krabi adalah Muslim. Jadi jangan heran, kalau di kota ini mudah ditemui tempat makan halal. Meskipun begitu, tidak seperti pulau tetangganya, Phuket, Krabi belum jadi tujuan wisata bagi orang Indonesia, mungkin juga karena belum ada penerbangan langsung kesana. Menurut orang-orang yang sudah pernah pergi ke dua tempat tersebut, suasana di Krabi lebih santai dan tidak seramai Phuket. Oia, akomodasi di Krabi, seperti layaknya tujuan wisata, sangat beragam mulai dari backpacker hostel sampai hotel bintang lima. Bagi yang belum tahu, kalau mau mencari hotel waktu liburan di Thailand, bisa cek link ini. Pertama kali merencanakan liburan di Thailand, teman-teman kantor suami menyarankan situs yang menawarkan harga lebih murah dibandingkan dengan situs hotelnya maupun situs sejenis seperti ini, silakan bandingkan sendiri. Pengalaman kami sejauh ini membuktikan bahwa harga yang kami dapat selalu termurah diantara situs-situs yang kami bandingkan. Terus kenapa pilih hotel ini? alasan utamanya adalah karena restoran hotel ini mempunyai sertifikasi halal. Sebenarnya ada beberapa hotel yang disebut mempunyai sertifikasi serupa, tapi setelah cek sana-sini dan mendapat info berbeda, satu-satunya info yang konsisten tentang kepemilikan sertifikasi itu hanya restoran hotel ini. Hotel ini sebenarnya menyediakan penjemputan dengan biaya tambahan, tapi kami memutuskan memesan mobil untuk mengantar jemput kami dari sini yang selisih harganya hampir THB 200 per trip/per orang.

Tiba di Krabi sore menjelang malam, kami hanya sempat berjalan-jalan sebentar di tepi pantai kemudian makan malam di hotel. Hari kedua kami habiskan di area hotel dilanjutkan dengan berjalan menyusuri pantai Ao Nang lagi sambil mencari-cari ide untuk islandhopping keesokan harinya, dan mengunjungi pantai Noppharat Thara yang lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Kondisi pantai Ao Nang ini bersih dengan air laut yang berwarna biru kehijauan dan pasirnya yang lembut. Di bagian lain dari pantai, ada sekelompok ibu-ibu yang menawarkan jasa pijat di pantai. Tampak kontras sekali pemandangan turis-turis yang sengaja mandi matahari dengan mereka yang berbaju lengan panjang, memakai topi, dan membawa payung :). Dari hasil jalan-jalan kami hari itu, akhirnya diputuskan untuk ikut tur ke 4 islands. Awalnya saya lebih tertarik dengan paket Hong Islands yang tampak lebih alami, hijau, liar sekaligus juga lebih indah, tapi sayangnya pulau-pulau yang akan disinggahi lebih jauh dan kurang cocok untuk David. Ternyata, 4 islands tour ini memang lebih cocok bagi keluarga yang membawa anak-anak. Dengan harga THB 550/orang termasuk transportasi dan makan siang, kami akan dijemput keesokan pagi di hotel untuk kemudian menumpang longtail boat mengelilingi pulau.

Pemandangan khas di pantai Ao Nang dengan deretan longtail boat

Menuju pantai Noppharat Thara

Kedai-kedai makanan di sekitar pantai Noppharat Thara

Salah satu kedai yang menjual makanan halal

Matahari terbenam di Noppharat Thara

Besok paginya, kami dijemput terlambat dari jadwal sampai membuat saya sedikit panik. Untunglah songtaew (mobil penumpang bak terbuka yang diberi atap khas Thailand) yang menjemput kami segera datang tidak lama setelah saya menelepon nomor yang tertera di tanda terima pembayaran. Ada beberapa kapal yang berangkat pagi itu dari pantai Noppharat Thara. Kapal yang kami tumpangi berisi kurang lebih duapuluh orang. Perhentian pertama adalah pantai Railay dan Phra Nang cave yang cantik. Saya tidak banyak menikmati tempat ini karena David masih ketakutan dan sama sekali  tidak mau turun dari pangkuan saya untuk menginjak pasir putih yang lembut sekalipun.

Songtaew

Phra Nang Cave

Phra Nang beach Railay

Phra Nang beach Railay

Dari Railay, kami dibawa ke pulau berikutnya, Poda. Di pulau cantik ini umumnya kapal berhenti untuk memberi kesempatan pada penumpangnya makan siang. Ada tempat makan sederhana disana, sementara kami makan siang dari bekal yang telah disiapkan pihak pengelola tur. Disini David mulai nyaman bermain di pantai dan laut dangkal, meskipun masih enggan menginjak pasir yang persis seperti merica. Salah satu alasan mengapa tur 4 islands lebih cocok untuk keluarga dengan anak-anak ialah karena di pulau ini pengunjung dapat bercanda dengan ikan-ikan sejenis tigerfish yang berenang di laut dangkal berair jernih. Ketika salah satu pengunjung menaburkan remah roti disekeliling kami, otomatis ikan-ikan tersebut mendekati umpannya dan si kecil tampak kaget sekaligus takjub dan senang melihat ikan-ikan hidup berenang di dekatnya. Hampir 1,5 jam kami habiskan disini, termasuk makan siang.

Koh Poda yang menawan

Siapa yang tidak ingin berenang setelah melihat pemandangan seperti ini?

Mengagumi Koh Poda

 

Perhentian berikutnya adalah Tup Island. Pada saat air surut, pengunjung dapat berjalan menyeberang menuju Chicken Island. Dinamai begitu karena bentuk gugusan bukit kapurnya menyerupai kepala ayam. Begitu kami turun dari kapal, David mulai menangis karena mengantuk. Saya pikir akan sulit menidurkannya di tempat seperti ini. Ternyata saya salah! Dengan sedikit tepukan lembut, si bayi yang sudah bukan bayi lagi ini langsung tertidur lelap, sampai harus dibangunkan ketika kapal akan berangkat hampir dua jam kemudian. Sementara suami menjaga David, saya berkeliling pulau sendirian, memuaskan mata melihat air berwarna biru kehijauan yang berkilau tertimpa cahaya matahari. Keinginan untuk narsis tiba-tiba muncul melihat pemandangan seindah itu, tapi minta tolong orang malas, sementara saya juga tidak pintar buat foto selfie, akhirnya ya sudahlah, saya menikmati keindahan itu dengan mata dan ingatan saja.

Chicken Island

Tertidur lelap sesaat setelah turun dari kapal

Bertahan dengan posisi tidur seperti ini setelah hampir 2 jam!

Beningnyaaa!!!

Begitu menyegarkan mata

Masih di sekitar Tup Island

Rasanya betah berlama-lama disini tanpa sadar kulit sudah terbakar matahari

Lihat deretan orang-orang yang berjalan menyeberang menuju Chicken Island?

Sebelum pukul 4 sore, kami sudah diantar kembali ke hotel masing-masing. Selain bertemu dan berkenalan dengan keluarga dari Malaysia, Indonesia, dan Singapura yang ramah, kami cukup puas bisa melihat sedikit dari banyaknya pulau-pulau indah di Krabi. Yang pasti, Krabi,  dengan pesonanya membuat saya ingin kembali lagi.

Sunset di Ao Nang

Menunggu penumpang

16 comments:

  1. Mbak Pungky, aku pernah dikasih tau temenku yg org Thai kalo emang lebih bagus Krabi daripada Phuket sih. Apalagi buat keluarga atau honeymooners gitu ya?
    Duh pantainya bersih banget ya kayak pantai di Spanyol, yang banyak ikan gitu di daratan rendah..
    Jadi pengen kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari pengamatan sesaat, di Krabi emang lumayan banyak terlihat keluarga gitu yang berlibur, My, kemana-mana ketemu keluarga dorong-dorong stroller :). Hm, kalau honeymooners kayaknya Samui atau Koh Tao lebih cocok..apalagi Bamboo Hut Koh Tao..mimpi pengen nginep disana, hihihi... Wah, belumm pernah ke pantai di Spanyol...mau kesana jugaa...hehehe..

      Delete
  2. seger banget ini mata liat pantai yang indah bangett...pengen ke sanaaa...itu si kecil boboknya posisi wenak ya mb...kita yang liat kayaknya ga nyaman tapi dia nyaman-nyaman aja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama penyuka pantai kita *toss* dido'akan mudah-mudahan ada rejekinya ya main kesini..tapi di Indonesiapun gak kalah cantik kok pantai-pantainya, cuma ya itu, fasilitas dan akses ke tempatnya kadang menantang. Hehe, saya juga gak habis pikir kenapa anak-anak kecil suka posisi tidur nungging, padahal kan pegal bukan?

      Delete
  3. Krabi seru. banyak pasar tradisional ama pasar malam apalagi biaya hidupnya juga murah

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali...pemandangan alamnya juga indah. Terima kasih sudah mampir disini :)

      Delete
  4. Me and husband will fly to Krabi next Monday! Can't wait...blognya membantu sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enjoy your holiday mbak Santy :). Terima kasih sudah mampir.

      Delete
    2. Saya ada rencana mau ke phuket atau krabi, tapi kalau baca dari blog mba pungky, kayanya enak krabi ya mba untuk keluarga dengan anak balita?

      Delete
    3. Halo mas Riyadi Arif, pengalaman kami, Krabi tidak seramai Phuket dan lebih banyak turis keluarga yang kami temui. Pulau-pulau di dekat Krabi pun bisa disinggahi untuk daytrip.Pemandangan alamnya juga tidak kalah cantik, dijamin tidak menyesal datang ke Krabi. Selamat jalan-jalan bersama keluarga :)

      Delete
  5. Halo mba, aku rencana mau ke krabi.. Situs2 yg mba kasih itu recommended y? Sperti sawadee atau yourkrabi.. Aku mau pesen jg kalo memang oke

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Putri Yunita, maaf baru balas, baru buka blog lagi nih. Kalau sawadee sih kurang lebih sama seperti Agoda atau Booking. Yourkrabi untuk pesan taksi, waktu pengalaman kami kesana tahun 2013, kami sih puas, tidak ada masalah. Semoga dilancarkan persiapan jalan-jalannya yaa...

      Delete
  6. Hai mba Pungky,senang baca tulisannya. Saya ada rencana ke Krabi.Yg paling nyaman buat orang usia 60an kira2 nginap dihotel mana ya? Tks mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak Andriana, terima kasih sudah mampir. Soal hotel, di Krabi pilihan akomodasinya sangat beragam, dari hostel sampai hotel bintang lima. Soal hotel mana yang nyaman, saya kurang tahu, karena selera tiap orang beda-beda kan, ya? Namun, untuk lokasi, Ao Nang menurut saya paling cocok untuk pejalan keluarga dari segala umur, sementara Railay, tempatnya bagus hanya saja lokasinya tidak di pusat kota dan lebih cocok untuk penggemar panjat tebing. Maaf tidak banyak membantu, semoga liburannya ke Krabi menyenangkan ya..

      Delete
  7. mba punya info terkait tempat wisata panjat tebing ao nang ga? makasih sebelumnya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya nggak, mungkin bisa dicari via Google. Maaf gak bisa bantu :)

      Delete