Wednesday, 4 October 2017

Majalah UMMI Edisi September: Strasbourg, Kota Unik di Perbatasan Prancis - Jerman

Setelah sekian lama absen, tulisan perjalanan saya kali ini muncul lagi. Alhamdulillah, redaksi majalah UMMI berkenan menerima tulisan saya tentang kota Strasbourg di Perancis dan memuatnya di edisi September 2017.




Saturday, 1 July 2017

Sekilas Metz: Kota di Perbatasan Tiga Negara

Kota Metz (dibaca: mɛs) kami sambangi tanpa rencana. Berhubung cuaca di Luxembourg tidak mendukung, kami memutuskan untuk kembali ke teritori Perancis lebih cepat. Metz menjadi pilihan. Kesan grandiose langsung terasa begitu memasuki kota, meski di mata saya kota ini terkesan "kosong" dan "sepi", apalagi di hari Sabtu pagi. Banyak bangunan kosong dengan papan penanda "dijual" atau "disewakan" dan taman tidak terawat di Place de la Republique yang sempat kami lewati menambah kesan "kosong" tersebut. Dari hotel di dekat Place R. Mondon, tidak jauh dari stasiun kereta api Metz, kami berjalan kaki menuju Cathedrale dan Place d'Armes, yang merupakan pusat kota Metz. Berada di perbatasan antara Jerman, Luxembourg, dan Perancis, sejarah kota Metz dimulai sejak 3,000 tahun lalu.

Mayoritas bangunan di kota ini mencuri perhatian pada kunjungan pertama. Arsitektur bergaya Renaissance sangat mendominasi, dikombinasi dengan arsitektur bangunan perpaduan Jerman-Perancis seperti di wilayah Alsace dan arsitektur bergaya Gotik. Sebagian besar bangunannya dibangun dengan batuan kapur berwarna kekuningan yang dikenal sebagai "pierre de Jaumont". Karena kami menjelajahi bagian kota Metz dengan berjalan kaki, saya sangat terkesan dengan area pejalan kaki yang sangat lebar, bahkan area pejalan kaki di kawasan komersial kota ini merupakan yang terlebar di seluruh Perancis.

Metz adalah ibukota wilayah Lorraine yang masuk ke dalam teritori Perancis sejak tahun 1552. Antara tahun 1870-1918 dan pada masa Perang Dunia II, Metz berada dalam kekuasaan Jerman. Setelah melintasi pusat kegiatan komersial Metz, kami sampai juga di Place d'Armes. Arsitek kota Metz pada abad ke-18, Jacques-François Blondel, menggabungkan unsur agama, militer, pemerintahan dan hukum sekaligus dan di Place d'Armes inilah gedung Balai kota, Katedral St. Etienne, gedung Opera yang merupakan gedung opera tertua di Perancis, dan gedung militer yang berubah fungsi menjadi kantor pariwisata kota berlokasi.

Salah satu sudut kota Metz



Porte Serpenoise

Suasana kota Metz di hari Sabtu pukul 11 siang


Bagian depan Katedral St. Etienne
Bangunan pasar tertutup yang sayangnya tutup di akhir pekan



Lambang kota Metz

Katedral St. Etienne yang megah nampak dari sisi lain