Monday, 6 March 2017

Kue Pukis Geulis yang Gampang dan Enak

Satu lagi cemilan favorit yang gampang membuatnya, yaitu kue pukis. Jaman kecil dulu, setiap kali dibawa jalan-jalan ke kawasan Alun-Alun Bandung, saya paling senang jajan kue pukis yang diatasnya ditaburi coklat meses. Biasanya penjual kue pukis juga membuat kue bandros, kue berbahan tepung beras, santan dan kelapa parut, yang merupakan favorit ibu saya.

Semangat membuat pukis berawal dari seorang teman yang membawa kue pukis buatan asistennya ke pengajian. Dengan seijin Dede, sang teman, saya menuliskan resep kue pukis geulis (karena yang empunya resep alias asistennya Dede bernama Lilis) di blog ini. Resep di bawah ini bisa menghasilkan 50 potong pukis.

Bahan:
- 600 gr terigu (all-purpose)
- 300 gr gula pasir (saya kurangi gulanya hingga 225 gr)
- 1/2 sdm garam
- 5 butir telur
- 800 ml santan (saya ganti penggunaan santan dengan susu)
- 150 gr margarin cair
- 1 sdm fermipan
- 1/4 kaleng susu kental manis (saya kurangi jadi 3 sdm)

Cara membuat:
1. Campur adonan kering (terigu, gula pasir, garam, fermipan) kemudian sisihkan
2. Campur telur dan margarin cair
3. Tambahkan santan sedikit-sedikit berselang-seling dengan adonan kering
4. Biarkan 2 jam, kemudian masukkan adonan dalam cetakan pukis
5. Gunakan api sedang (3-4 untuk kompor listrik) dan tutup cetakan selama 1-2 menit
6. Buka tutup cetakan, taburi dengan coklat meses atau keju, sesuai selera, tunggu sampai adonan matang

Malam ini saya mencoba membuat setengah resep, dengan beberapa modifikasi, dan ternyata sukses.
Berikut resep modifikasi versi saya:

Bahan (untuk 25 potong pukis):
- 300 gr terigu (all-purpose)
- 100 gr gula organik
- 1/4 sdm garam
- 3 butir telur
- 400 ml susu (saya sengaja mengganti santan dengan susu)
- 75 gr mentega cair
- 1/2 sdm fermipan
- 1 sdm susu kental manis

Pukis rasa coklat dan keju siap disantap
Selamat mencoba!

2 comments:

  1. Geulis jiga nu ngadamelna
    Aria

    ReplyDelete
    Replies
    1. hapunten pisan neng geulis, abdi nembe buka blog deui..eh atuh, kumaha we nu nyariosna, hoyong pukis? xxx

      Delete