Tuesday, 7 May 2013

Bandungku sayang Bandungku malang

Duapuluh lima tahun yang lalu, saya masih ingat betapa indah dan bersihnya Bandung si kota Kembang yang langganan memperoleh penghargaan Adipura sebagai kota terbersih di Indonesia.
Tujuh belas tahun yang lalu, saya masih bisa merasakan dinginnya udara kota Bandung dan seringkali ketika pergi sekolah, kabut tipis masih nampak di perjalanan. Saya juga masih bisa menyaksikan bangunan Art Deco yang banyak terdapat di Bandung. Begitu cintanya saya dengan kota ini sampai-sampai tidak terbayangkan kalau suatu hari harus meninggalkan Bandung dan hidup di kota lain.
Sepuluh tahun yang lalu, saya tidak pernah membayangkan bisa bertahan hidup di ibukota yang terlihat keras dibandingkan dengan kehidupan di kota kelahiran saya yang begitu bersahabat di mata saya waktu itu.
Delapan tahun yang lalu, saya menyaksikan Bandung menjadi kota sampah, ditambah premanisme dimana-mana, pedagang kakilima dan lalu lintas yang semrawut.
Lima tahun yang lalu, kawasan historis Braga sudah memudar pesonanya dengan kondisi jalan yang buruk, pedagang kakilima dan anak jalanan semakin merajalela, bangunan-bangunan bersejarah sudah berganti fa├žade dan fungsi, dan kabut di pagi hari sudah hilang entah sejak kapan.
Tiga tahun yang lalu, saat teromantis dalam hidup saya terjadi di Bandung. Berbeda dengan kebanyakan orang yang punya memori indah dan romantis dengan seseorang atau bahkan bertemu jodoh di kota ini, saya tidak sekalipun mempunyai pengalaman serupa selama menjalani masa muda di Bandung, mungkin karena saat itu saya tidak bersama orang yang tepat :p.
Bulan lalu, banyak tempat di kota ini mengalami banjir, lalu lintas yang semakin padat karena meningkatnya volume kendaraan tanpa diikuti penambahan kapasitas ruas jalan, lubang-lubang besar menganga di banyak ruas jalan (mungkin satu-satunya ruas jalan yang mulus dari ujung ke ujung hanya jl. Asia Afrika yang merupakan jalan lintas propinsi) dan sangat membahayakan terutama pada musim hujan, premanisme, anak jalanan, dan PKL yang semakin tidak terkendali, dan kotor!
Bandungku tercinta, riwayatmu kini menyedihkan :( :(
*berharap pengelola kota dari pemerintahan yang akan terpilih dalam waktu dekat dapat membenahi warisan kekacauan dan kerusakan yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya*

2 comments:

  1. Bandung memang udah terlalu padat yaaaa.. In a way bagus juga sih jadi banyak tempat hiburan (resto, mall), tapi kalau efeknya macet dan banyak preman dll mah sama2 aja yaaa.. :(

    ReplyDelete
  2. Iyaa...justru yang menarik itu objek-objek wisata di luar kota Bandung, seperti Lembang, Ciwidey, Pangalengan, dst..Kalau kota Bandungnya sendiri mah udah kebanyakan FO dan kendaraan :(

    ReplyDelete