Dari beberapa produk biskuit bayi yang pernah saya coba, hanya satu yang lolos seleksi, yaitu banana milk rusks-nya Rafferty's Garden. Kenapa saya suka teething biscuit ini? karena rasanya yang nyaris tawar dibandingkan dengan beberapa biskuit lain yang pernah saya cicipi dan tidak berantakan apabila dimakan bayi. Setelah kehabisan stok dan tidak juga menemukan stok baru karena ternyata produk ini tidak dijual di Bangkok, saya coba buat kue sendiri dengan resep ibu Ratih Wulansari dari grup Homemade Healthy Baby Food, yaitu banana oatmeal cookies.
Bahan:
2 buah pisang matang (Cavendish/Sunpride)
50 gr unsalted butter
70 gr oatmeal (resep asli 100 gr)
3 sdm tepung beras (karena tidak punya cukup oatmeal dan resep asli hasilnya relatif lembek, jadi saya tambahkan tepung beras).
Cara membuat:
Semua bahan dicampur dan diaduk. Cetak sesuai selera dan panggang sampai berwarna kecoklatan.
Gampang membuatnya dan yang pasti, enaakkk.
Monday, 27 May 2013
Tuesday, 7 May 2013
Bandungku sayang Bandungku malang
Duapuluh lima tahun yang lalu, saya masih ingat betapa indah dan bersihnya Bandung si kota Kembang yang langganan memperoleh penghargaan Adipura sebagai kota terbersih di Indonesia.
Tujuh belas tahun yang lalu, saya masih bisa merasakan dinginnya udara kota Bandung dan seringkali ketika pergi sekolah, kabut tipis masih nampak di perjalanan. Saya juga masih bisa menyaksikan bangunan Art Deco yang banyak terdapat di Bandung. Begitu cintanya saya dengan kota ini sampai-sampai tidak terbayangkan kalau suatu hari harus meninggalkan Bandung dan hidup di kota lain.
Sepuluh tahun yang lalu, saya tidak pernah membayangkan bisa bertahan hidup di ibukota yang terlihat keras dibandingkan dengan kehidupan di kota kelahiran saya yang begitu bersahabat di mata saya waktu itu.
Delapan tahun yang lalu, saya menyaksikan Bandung menjadi kota sampah, ditambah premanisme dimana-mana, pedagang kakilima dan lalu lintas yang semrawut.
Lima tahun yang lalu, kawasan historis Braga sudah memudar pesonanya dengan kondisi jalan yang buruk, pedagang kakilima dan anak jalanan semakin merajalela, bangunan-bangunan bersejarah sudah berganti façade dan fungsi, dan kabut di pagi hari sudah hilang entah sejak kapan.
Tiga tahun yang lalu, saat teromantis dalam hidup saya terjadi di Bandung. Berbeda dengan kebanyakan orang yang punya memori indah dan romantis dengan seseorang atau bahkan bertemu jodoh di kota ini, saya tidak sekalipun mempunyai pengalaman serupa selama menjalani masa muda di Bandung, mungkin karena saat itu saya tidak bersama orang yang tepat :p.
Bulan lalu, banyak tempat di kota ini mengalami banjir, lalu lintas yang semakin padat karena meningkatnya volume kendaraan tanpa diikuti penambahan kapasitas ruas jalan, lubang-lubang besar menganga di banyak ruas jalan (mungkin satu-satunya ruas jalan yang mulus dari ujung ke ujung hanya jl. Asia Afrika yang merupakan jalan lintas propinsi) dan sangat membahayakan terutama pada musim hujan, premanisme, anak jalanan, dan PKL yang semakin tidak terkendali, dan kotor!
Bandungku tercinta, riwayatmu kini menyedihkan :( :(
*berharap pengelola kota dari pemerintahan yang akan terpilih dalam waktu dekat dapat membenahi warisan kekacauan dan kerusakan yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya*
Tujuh belas tahun yang lalu, saya masih bisa merasakan dinginnya udara kota Bandung dan seringkali ketika pergi sekolah, kabut tipis masih nampak di perjalanan. Saya juga masih bisa menyaksikan bangunan Art Deco yang banyak terdapat di Bandung. Begitu cintanya saya dengan kota ini sampai-sampai tidak terbayangkan kalau suatu hari harus meninggalkan Bandung dan hidup di kota lain.
Sepuluh tahun yang lalu, saya tidak pernah membayangkan bisa bertahan hidup di ibukota yang terlihat keras dibandingkan dengan kehidupan di kota kelahiran saya yang begitu bersahabat di mata saya waktu itu.
Delapan tahun yang lalu, saya menyaksikan Bandung menjadi kota sampah, ditambah premanisme dimana-mana, pedagang kakilima dan lalu lintas yang semrawut.
Lima tahun yang lalu, kawasan historis Braga sudah memudar pesonanya dengan kondisi jalan yang buruk, pedagang kakilima dan anak jalanan semakin merajalela, bangunan-bangunan bersejarah sudah berganti façade dan fungsi, dan kabut di pagi hari sudah hilang entah sejak kapan.
Tiga tahun yang lalu, saat teromantis dalam hidup saya terjadi di Bandung. Berbeda dengan kebanyakan orang yang punya memori indah dan romantis dengan seseorang atau bahkan bertemu jodoh di kota ini, saya tidak sekalipun mempunyai pengalaman serupa selama menjalani masa muda di Bandung, mungkin karena saat itu saya tidak bersama orang yang tepat :p.
Bulan lalu, banyak tempat di kota ini mengalami banjir, lalu lintas yang semakin padat karena meningkatnya volume kendaraan tanpa diikuti penambahan kapasitas ruas jalan, lubang-lubang besar menganga di banyak ruas jalan (mungkin satu-satunya ruas jalan yang mulus dari ujung ke ujung hanya jl. Asia Afrika yang merupakan jalan lintas propinsi) dan sangat membahayakan terutama pada musim hujan, premanisme, anak jalanan, dan PKL yang semakin tidak terkendali, dan kotor!
Bandungku tercinta, riwayatmu kini menyedihkan :( :(
*berharap pengelola kota dari pemerintahan yang akan terpilih dalam waktu dekat dapat membenahi warisan kekacauan dan kerusakan yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya*
Wednesday, 1 May 2013
Koper Oh Koper...
Pernah mengalami kehilangan koper dalam perjalanan? Meskipun kejadiannya tidak sering-sering (dan mudah-mudahan jangan), urusan kehilangan koper ini pastinya sukses bikin deg-degan :(.
Minggu lalu, si suami baru saja kehilangan kopernya dalam perjalanan dari Jakarta ke Yangon. Rupanya sewaktu check-in bagasi di bandara Soekarno-Hatta, petugas salah memasukkan rute perjalanan, yang seharusnya dari Jakarta dikirim ke Yangon via Bangkok, menjadi Jakarta - Bangkok dan Yangon - Bangkok dengan selang waktu 1 minggu..bagaimana ceritanya si koper bisa dikirim dari Yangon ke Bangkok tanpa pernah sampai di Yangon sebelumnya??? Setelah dicek, rupanya koper tertahan di Bangkok dan dijanjikan akan dikirim dengan pesawat berikutnya, namun dari suami tiba di Yangon hari minggu malam, si koper tak jua muncul sampai akhirnya menampakkan diri hari selasa siang :(..
Peristiwa lain terjadi ketika kami masih tinggal di Pasifik. Suatu hari, suami ikut pelatihan di Bangkok dan kemudian dilanjutkan dengan tugas ke Noumea. Dalam perjalanan pulang dari Bangkok menuju Noumea, ternyata kopernya tertinggal di Sydney. Kebetulan pada saat yang sama saya sedang berada di Noumea dalam rangka memperpanjang paspor. Meskipun sudah melapor sejak awal kedatangan, namun entah mengapa, proses pengiriman koper dari Sydney ke Noumea terus menerus ditunda meskipun staf yang kami hubungi di bandara mengatakan koper akan dikirim segera dengan pesawat berikutnya. Alhasil, sampai suami kembali lebih dulu ke Port Vila tiga hari kemudian, koper hilang tersebut belum kami terima. Setelah berulang kali menghubungi pihak berwenang di bandara, akhirnya si koperpun disepakati untuk dikirim langsung ke Port Vila, bersamaan dengan waktu kepulangan saya beberapa hari kemudian. Hampir satu minggu koper tersebut terabaikan di bandara, untung saja tidak ada keju di dalamnya..bayangkan seperti apa baunya jika dalam koper tersebut tersimpan blue cheese atau Roquefort??? :p
Kejadian berikutnya dialami oleh saya sendiri. Waktu itu saya bermaksud pergi ke Manila via Sydney dan Kuala Lumpur. Masalahnya kali ini adalah waktu transit yang hanya 1 jam 25 menit di Sydney sebelum penerbangan berikutnya. Penerbangan saya kali ini cukup rumit, dan dari semua kombinasi yang ada, hanya itu satu-satunya yang paling memungkinkan. Ternyata, pesawat dari Port Vila ke Sydney mengalami masalah teknis sehingga kami harus menunggu pesawat pengganti. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya pesawat Norfolk Air datang juga dan ketika akan mendarat di Sydney, semua penumpang yang mempunyai connecting flight untuk tujuan domestik dan internasional mendapat prioritas. Kebetulan di pesawat itu, selain saya, ada satu orang wanita yang akan terbang ke Addis Ababa via Abu Dhabi. Begitu sampai di gedung bandara, kami langsung diangkut dengan shuttle tanpa melalui pemeriksaan lagi. Waktu itu sempat terpikir apakah bagasi saya berhasil dipindahkan dalam waktu singkat tersebut dan ternyata benar saja, sesampainya di Manila, bagasi saya tidak juga muncul karena masih tertinggal di Sydney. Seperti biasa, saya menghubungi pihak berwenang di bandara dan dijanjikan akan menerima koper saya maksimal dalam waktu 1 minggu!!! Jelas saja saya menolak karena dalam waktu seminggu, saya sudah kembali lagi ke Port Vila. Nyaris 2 hari berlalu tanpa ada kabar sampai akhirnya saya meminta tolong agen yang mengurus tiket kami untuk menanyakan kabar koper saya. Ketua panitia penyelenggara sampai berbaik hati menawarkan untuk meminjamkan beberapa potong pakaiannya karena khawatir pada saat saya harus presentasi, saya tidak punya pakaian yang pantas. Akhirnya, dengan bantuan agen baik hati tersebut, malam-malam, sekalian menjemput peserta lain, kami pergi ke bandara untuk mengambil koper saya. Lucunya, saya sempat berdebat dengan staf yang bertugas karena koper saya tersebut terdaftar atas nama orang lain yang sama sekali tidak saya kenal, padahal jelas-jelas nama saya tertera pada tag-nya :(.
Dari beberapa pengalaman tersebut, pelajaran yang dapat kami ambil adalah: 1) jangan percaya begitu saja pada janji pihak bandara yang mengatakan akan menghubungi kita dan mengantarkan koper secepatnya. Lebih baik kita yang proaktif menghubungi pihak berwenang secara rutin untuk memastikan status keberadaan bagasi kita; 2) SELALU membawa cadangan pakaian dan keperluan lain dalam bagasi kabin kalau-kalau hal yang tidak diinginkan terjadi; 3) sebaiknya membeli travel insurance untuk berjaga-jaga jika terjadi kehilangan koper seperti yang kami alami diatas (terus terang, kami tidak pernah melakukannya meskipun sudah kejadian beberapa kali, jadi dari ketiga pengalaman diatas, hanya pengalaman kedua dimana kerugian kehilangan koper diganti dengan sejumlah uang, sementara dua yang lain kami hanya bisa gigit jari :p)
Begitulah kira-kira kisah kehilangan koper yang pernah kami alami. Ada yang punya pengalaman serupa?
Minggu lalu, si suami baru saja kehilangan kopernya dalam perjalanan dari Jakarta ke Yangon. Rupanya sewaktu check-in bagasi di bandara Soekarno-Hatta, petugas salah memasukkan rute perjalanan, yang seharusnya dari Jakarta dikirim ke Yangon via Bangkok, menjadi Jakarta - Bangkok dan Yangon - Bangkok dengan selang waktu 1 minggu..bagaimana ceritanya si koper bisa dikirim dari Yangon ke Bangkok tanpa pernah sampai di Yangon sebelumnya??? Setelah dicek, rupanya koper tertahan di Bangkok dan dijanjikan akan dikirim dengan pesawat berikutnya, namun dari suami tiba di Yangon hari minggu malam, si koper tak jua muncul sampai akhirnya menampakkan diri hari selasa siang :(..
Peristiwa lain terjadi ketika kami masih tinggal di Pasifik. Suatu hari, suami ikut pelatihan di Bangkok dan kemudian dilanjutkan dengan tugas ke Noumea. Dalam perjalanan pulang dari Bangkok menuju Noumea, ternyata kopernya tertinggal di Sydney. Kebetulan pada saat yang sama saya sedang berada di Noumea dalam rangka memperpanjang paspor. Meskipun sudah melapor sejak awal kedatangan, namun entah mengapa, proses pengiriman koper dari Sydney ke Noumea terus menerus ditunda meskipun staf yang kami hubungi di bandara mengatakan koper akan dikirim segera dengan pesawat berikutnya. Alhasil, sampai suami kembali lebih dulu ke Port Vila tiga hari kemudian, koper hilang tersebut belum kami terima. Setelah berulang kali menghubungi pihak berwenang di bandara, akhirnya si koperpun disepakati untuk dikirim langsung ke Port Vila, bersamaan dengan waktu kepulangan saya beberapa hari kemudian. Hampir satu minggu koper tersebut terabaikan di bandara, untung saja tidak ada keju di dalamnya..bayangkan seperti apa baunya jika dalam koper tersebut tersimpan blue cheese atau Roquefort??? :p
Kejadian berikutnya dialami oleh saya sendiri. Waktu itu saya bermaksud pergi ke Manila via Sydney dan Kuala Lumpur. Masalahnya kali ini adalah waktu transit yang hanya 1 jam 25 menit di Sydney sebelum penerbangan berikutnya. Penerbangan saya kali ini cukup rumit, dan dari semua kombinasi yang ada, hanya itu satu-satunya yang paling memungkinkan. Ternyata, pesawat dari Port Vila ke Sydney mengalami masalah teknis sehingga kami harus menunggu pesawat pengganti. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya pesawat Norfolk Air datang juga dan ketika akan mendarat di Sydney, semua penumpang yang mempunyai connecting flight untuk tujuan domestik dan internasional mendapat prioritas. Kebetulan di pesawat itu, selain saya, ada satu orang wanita yang akan terbang ke Addis Ababa via Abu Dhabi. Begitu sampai di gedung bandara, kami langsung diangkut dengan shuttle tanpa melalui pemeriksaan lagi. Waktu itu sempat terpikir apakah bagasi saya berhasil dipindahkan dalam waktu singkat tersebut dan ternyata benar saja, sesampainya di Manila, bagasi saya tidak juga muncul karena masih tertinggal di Sydney. Seperti biasa, saya menghubungi pihak berwenang di bandara dan dijanjikan akan menerima koper saya maksimal dalam waktu 1 minggu!!! Jelas saja saya menolak karena dalam waktu seminggu, saya sudah kembali lagi ke Port Vila. Nyaris 2 hari berlalu tanpa ada kabar sampai akhirnya saya meminta tolong agen yang mengurus tiket kami untuk menanyakan kabar koper saya. Ketua panitia penyelenggara sampai berbaik hati menawarkan untuk meminjamkan beberapa potong pakaiannya karena khawatir pada saat saya harus presentasi, saya tidak punya pakaian yang pantas. Akhirnya, dengan bantuan agen baik hati tersebut, malam-malam, sekalian menjemput peserta lain, kami pergi ke bandara untuk mengambil koper saya. Lucunya, saya sempat berdebat dengan staf yang bertugas karena koper saya tersebut terdaftar atas nama orang lain yang sama sekali tidak saya kenal, padahal jelas-jelas nama saya tertera pada tag-nya :(.
Dari beberapa pengalaman tersebut, pelajaran yang dapat kami ambil adalah: 1) jangan percaya begitu saja pada janji pihak bandara yang mengatakan akan menghubungi kita dan mengantarkan koper secepatnya. Lebih baik kita yang proaktif menghubungi pihak berwenang secara rutin untuk memastikan status keberadaan bagasi kita; 2) SELALU membawa cadangan pakaian dan keperluan lain dalam bagasi kabin kalau-kalau hal yang tidak diinginkan terjadi; 3) sebaiknya membeli travel insurance untuk berjaga-jaga jika terjadi kehilangan koper seperti yang kami alami diatas (terus terang, kami tidak pernah melakukannya meskipun sudah kejadian beberapa kali, jadi dari ketiga pengalaman diatas, hanya pengalaman kedua dimana kerugian kehilangan koper diganti dengan sejumlah uang, sementara dua yang lain kami hanya bisa gigit jari :p)
Begitulah kira-kira kisah kehilangan koper yang pernah kami alami. Ada yang punya pengalaman serupa?
Thursday, 25 April 2013
Cerita ber-MPASI di Luar Rumah
Ternyata, 6 bulan pertama adalah masa yang paling santai dan mudah untuk bepergian dengan si kecil. Di masa 6 bulan kedua ini, kami memutuskan untuk berkompromi dalam beberapa hal demi kesejahteraan bersama :)
Awalnya, saya sempat malas bepergian ketika si kecil memasuki usia 6 bulan mengingat barang2 yang harus dibawa untuk menyiapkan MPASI. Namun, karena kegiatan bepergian tidak dapat dihindarkan di keluarga kecil kami, jadi suka atau tidak suka, pemberian MPASI di luar rumah harus tetap berjalan.
Idealnya, pemberian makanan rumahan dapat tetap diberikan pada saat traveling, meskipun membutuhkan sedikit usaha ekstra. Demi anak, kerepotan apapun pasti akan dijalani. Praktiknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan :(.
Dari pengalaman membawa bayi bepergian selama ini, ada beberapa hal tentang pemberian MPASI yang perlu dan praktis versi saya.
1. Membawa pisau dan alat makan. Kalau mau, bisa juga ditambah membawa saringan kawat dan hand blender.
2. Membawa bekal buah padat kalori nan praktis seperti alpukat, pisang, mangga sebagai pengganti menu utama.
3. Memanfaatkan bahan makanan lokal. Satu-satunya buah impor yang rutin dikonsumsi bayi kami adalah alpukat, sementara semua bahan makanan lain seperti daging-dagingan, buah dan sayur, semuanya adalah produk lokal. Jadi, setiap kali kami bepergian, si kecil selalu memperoleh kesempatan mencoba jenis makanan baru yang tentunya mudah didapat di pasar atau toko serba ada setempat.
4. Belajar fleksibel. Prinsip kami adalah tidak mau memberikan makanan instan, makanan yang mengandung gula garam, dan makanan berbahan dasar tepung putih seperti roti dan kue karena pertimbangan kandungan
glutennya. Namun karena situasi tidak memungkinkan, pada akhirnya si kecil mencicipi juga nasi soto, sop buatan restoran, roti putih, biskuit bayi instan dan makanan bayi dalam kemasan botol yang kerap diberikan di pesawat. Justifikasinya, selalu ada pengecualian ketika sedang tidak berada di rumah tapi begitu kembali dari perjalanan, pola makan diperbaiki kembali sesuai dengan prinsip awal.
5. Membawa cemilan berupa buah/sayur potong seperti wortel/kentang kukus, pepaya, jambu.
6. Khusus di Indonesia, kami memanfaatkan jasa penyedia katering makanan khusus bayi yang sudah terjamin bebas gula garam dan menggunakan bahan organik. Harganya relatif mahal namun setidaknya kami tidak perlu repot. Pada kunjungan baru-baru ini ke Jakarta, kami memakai jasa dari Mammakanin dan Baby Bar dan kami cukup puas.
Yang pasti, jika perut bayi kenyang, bayi tenang, dan orangtuapun senang :).
Awalnya, saya sempat malas bepergian ketika si kecil memasuki usia 6 bulan mengingat barang2 yang harus dibawa untuk menyiapkan MPASI. Namun, karena kegiatan bepergian tidak dapat dihindarkan di keluarga kecil kami, jadi suka atau tidak suka, pemberian MPASI di luar rumah harus tetap berjalan.
Idealnya, pemberian makanan rumahan dapat tetap diberikan pada saat traveling, meskipun membutuhkan sedikit usaha ekstra. Demi anak, kerepotan apapun pasti akan dijalani. Praktiknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan :(.
Dari pengalaman membawa bayi bepergian selama ini, ada beberapa hal tentang pemberian MPASI yang perlu dan praktis versi saya.
1. Membawa pisau dan alat makan. Kalau mau, bisa juga ditambah membawa saringan kawat dan hand blender.
2. Membawa bekal buah padat kalori nan praktis seperti alpukat, pisang, mangga sebagai pengganti menu utama.
3. Memanfaatkan bahan makanan lokal. Satu-satunya buah impor yang rutin dikonsumsi bayi kami adalah alpukat, sementara semua bahan makanan lain seperti daging-dagingan, buah dan sayur, semuanya adalah produk lokal. Jadi, setiap kali kami bepergian, si kecil selalu memperoleh kesempatan mencoba jenis makanan baru yang tentunya mudah didapat di pasar atau toko serba ada setempat.
4. Belajar fleksibel. Prinsip kami adalah tidak mau memberikan makanan instan, makanan yang mengandung gula garam, dan makanan berbahan dasar tepung putih seperti roti dan kue karena pertimbangan kandungan
glutennya. Namun karena situasi tidak memungkinkan, pada akhirnya si kecil mencicipi juga nasi soto, sop buatan restoran, roti putih, biskuit bayi instan dan makanan bayi dalam kemasan botol yang kerap diberikan di pesawat. Justifikasinya, selalu ada pengecualian ketika sedang tidak berada di rumah tapi begitu kembali dari perjalanan, pola makan diperbaiki kembali sesuai dengan prinsip awal.
5. Membawa cemilan berupa buah/sayur potong seperti wortel/kentang kukus, pepaya, jambu.
6. Khusus di Indonesia, kami memanfaatkan jasa penyedia katering makanan khusus bayi yang sudah terjamin bebas gula garam dan menggunakan bahan organik. Harganya relatif mahal namun setidaknya kami tidak perlu repot. Pada kunjungan baru-baru ini ke Jakarta, kami memakai jasa dari Mammakanin dan Baby Bar dan kami cukup puas.
Yang pasti, jika perut bayi kenyang, bayi tenang, dan orangtuapun senang :).
Thursday, 11 April 2013
Like father, like son
Another father-and-son bonding time while quietly waiting for the animals to show up at Nong Pak Chi watching tower, Khao Yai National Park, Thailand.
Tuesday, 2 April 2013
#World Heritage Sites: Westminster Palace, Westminster Abbey and Saint Margaret's Church
Rasanya siapapun yang berkesempatan mengunjungi kota London tidak akan melewatkan sesi foto dengan latar belakang Big Ben, ikon London yang sangat terkenal, yang merupakan bagian dari Westminster Palace. Pertama kali menginjakkan kaki disana pada bulan Oktober 2007, saya benar-benar terpesona melihat megahnya gedung parlemen Inggris yang terletak di tepi sungai Thames tersebut.
Westminster Palace yang sekarang dibangun kembali pada abad ke-19 setelah bangunan aslinya yang berasal dari abad ke-11 terbakar. Dulunya, istana kerajaan ini merupakan tempat kediaman resmi Raja Inggris sampai abad ke-16. Sejarah lengkap tentang Westminster Palace bisa dilihat di tautan ini.
Sayang, selain foto-foto seadanya, tidak banyak yang saya dapat ceritakan karena saya tidak mengikuti tur masuk mengunjungi gedung Parlemen dan ketika kembali lagi pada bulan Desember 2007, lagi-lagi tidak berkesempatan memasuki tempat pernikahan keluarga kerajaan Inggris, yaitu Westminster Abbey karena antriannya yang panjang. Waktu itu saya hanya menikmati kemegahan dan keindahan bangunan-bangunannya dari luar saja. Kompleks ini melambangkan sejarah salah satu monarki parlementer tertua di dunia yang masih bertahan hingga saat ini dan berbagai alasan lain dari sisi arsitektur bangunan sehingga dianugerahi status sebagai situs warisan budaya UNESCO pada tahun 1987.
Apabila suatu saat kami mendapat rezeki untuk bisa kembali ke London, saya bercita-cita untuk: 1) mengikuti tur untuk masuk ke dalam Westminster Palace, 2) masuk Westminster Abbey dan Saint Margaret's Church, dan 3) naik sampai di puncak menara Big Ben.
| Pemandangan Westminster Palace dari seberang sungai Thames |
Westminster Palace yang sekarang dibangun kembali pada abad ke-19 setelah bangunan aslinya yang berasal dari abad ke-11 terbakar. Dulunya, istana kerajaan ini merupakan tempat kediaman resmi Raja Inggris sampai abad ke-16. Sejarah lengkap tentang Westminster Palace bisa dilihat di tautan ini.
Sayang, selain foto-foto seadanya, tidak banyak yang saya dapat ceritakan karena saya tidak mengikuti tur masuk mengunjungi gedung Parlemen dan ketika kembali lagi pada bulan Desember 2007, lagi-lagi tidak berkesempatan memasuki tempat pernikahan keluarga kerajaan Inggris, yaitu Westminster Abbey karena antriannya yang panjang. Waktu itu saya hanya menikmati kemegahan dan keindahan bangunan-bangunannya dari luar saja. Kompleks ini melambangkan sejarah salah satu monarki parlementer tertua di dunia yang masih bertahan hingga saat ini dan berbagai alasan lain dari sisi arsitektur bangunan sehingga dianugerahi status sebagai situs warisan budaya UNESCO pada tahun 1987.
Apabila suatu saat kami mendapat rezeki untuk bisa kembali ke London, saya bercita-cita untuk: 1) mengikuti tur untuk masuk ke dalam Westminster Palace, 2) masuk Westminster Abbey dan Saint Margaret's Church, dan 3) naik sampai di puncak menara Big Ben.
| Westminster Abbey tampak depan |
| Victoria Tower |
| Elizabeth Tower atau lebih dikenal sebagai Big Ben |
Monday, 1 April 2013
Catatan Pinggir dari Bangkok
Setelah hampir 1,5 tahun tinggal di Bangkok, ada hal-hal menarik yang saya temui dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja sih yang menarik itu?
1. Sebelum pertunjukan film di bioskop dimulai, penonton wajib berdiri dan diam ketika lagu penghormatan terhadap Raja dikumandangkan. Lagu yang sama dikumandangkan di taman-taman umum dan stasiun kereta (BTS) pada jam 8 pagi dan jam 6 sore. Siapapun harus berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Raja kalau tidak ingin berurusan dengan polisi -jika kebetulan ada polisi di sekitar-.
2. Sebagian besar orang Thailand menyukai bayi/anak kecil. Jangan heran apabila saat bersantap di restoran dengan membawa anak kecil, pelayan restoran dengan sigap dan senang hati langsung membawa si anak supaya orangtuanya dapat menikmati makanan yang disajikan dengan tenang. Meskipun begitu, ada juga orang yang tidak peduli. Pernah saya temui orang-orang yang berdesakan masuk kereta tanpa membiarkan orang dengan kereta bayi atau anak kecil masuk kereta lebih dulu. Di lain kesempatan, ada perempuan yang nampaknya cukup berpendidikan memotong kerumunan orang yang sedang menunggu lift dan menendang kereta dorong yang menghalangi langkahnya..ck ck ck...
3. Siapkan banyak stok sabar jika mendapat penolakan berkali-kali dari supir taksi. Saya pernah mengalami sepuluh kali penolakan sebelum akhirnya mendapat taksi yang bersedia mengantar kami pulang. Apa alasan penolakan tersebut? hanya Tuhan dan supir taksi yang tahu jawabannya.
4. Hindari mengunjungi Bangkok antara bulan Februari - Maret. Panasnya bisa mencapai 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.
5. Kata sapaan " sawadee kha" ditujukan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dari orang yang melayani kepada yang dilayani. Misalnya, penjaga pintu kepada tamu hotel.
6. Tidak mudah membedakan perempuan yang aspal karena seringkali mereka jauh lebih cantik dan mulus dibanding perempuan tulen. Suatu kali, saya sedang berjalan-jalan di Siam Paragon dengan seorang teman dan banyak sekali perempuan cantik, langsing, berkulit putih mulus lalu lalang. Teman saya bilang, kalau diamati lebih detil, bisa terlihat mana yang benar-benar asli dan mana yang aspal. Saya sendiri belum pernah benar-benar mengamati sih dan tidak tertarik untuk mencari tahu. Tidak salah kalau Thailand menjadi surga untuk operasi plastik, bukti suksesnya ada dimana-mana..hm, walaupun bukti gagalnya juga banyak ditemui disini :p.
7. Penjual asongan di lampu merah dilarang menjual rokok, hasilnya di setiap perhentian lampu merah, yang tampak hanyalah penjual menjajakan rangkaian bunga berwarna-warni.
8. Jangan langsung percaya ketika seseorang mengatakan bahwa objek wisata yang akan kita tuju tutup, bisa jadi itu hanya tipu daya dan orang tersebut malah mengarahkan kita ke tempat lain, sama halnya dengan supir tuktuk yang membelokkan penumpang yang bermaksud mengunjungi Grand Palace/Wat Pho ke toko-toko perhiasan dan bebatuan. Hal ini dikenal sebagai scam.
9. Raja adalah figur yang sangat dihormati dan berkata-kata buruk tentang Raja dan keluarga kerajaan dapat dikenai hukuman pidana, tidak terkecuali orang asing sekalipun. Ketika kami baru pindah kesini, ada kasus seorang bapak berusia 60 tahun dikenai hukuman penjara karena diduga mengirim lima pesan singkat yang dianggap menghina Raja. Si bapak dijatuhi 25 tahun hukuman penjara atau 5 tahun untuk setiap pesan. Karena itu, berhati-hatilah dalam berbicara, apalagi kalau topiknya menyangkut kerajaan.
10. Bersiaplah untuk beradu sikut pada saat masuk atau keluar dari BTS atau MRT. Meskipun secara umum relatif tertib, masih banyak orang yang tidak peduli main tabrak sana-sini tanpa lihat kiri-kanan ketika naik atau turun dari BTS/MRT.
1. Sebelum pertunjukan film di bioskop dimulai, penonton wajib berdiri dan diam ketika lagu penghormatan terhadap Raja dikumandangkan. Lagu yang sama dikumandangkan di taman-taman umum dan stasiun kereta (BTS) pada jam 8 pagi dan jam 6 sore. Siapapun harus berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Raja kalau tidak ingin berurusan dengan polisi -jika kebetulan ada polisi di sekitar-.
2. Sebagian besar orang Thailand menyukai bayi/anak kecil. Jangan heran apabila saat bersantap di restoran dengan membawa anak kecil, pelayan restoran dengan sigap dan senang hati langsung membawa si anak supaya orangtuanya dapat menikmati makanan yang disajikan dengan tenang. Meskipun begitu, ada juga orang yang tidak peduli. Pernah saya temui orang-orang yang berdesakan masuk kereta tanpa membiarkan orang dengan kereta bayi atau anak kecil masuk kereta lebih dulu. Di lain kesempatan, ada perempuan yang nampaknya cukup berpendidikan memotong kerumunan orang yang sedang menunggu lift dan menendang kereta dorong yang menghalangi langkahnya..ck ck ck...
3. Siapkan banyak stok sabar jika mendapat penolakan berkali-kali dari supir taksi. Saya pernah mengalami sepuluh kali penolakan sebelum akhirnya mendapat taksi yang bersedia mengantar kami pulang. Apa alasan penolakan tersebut? hanya Tuhan dan supir taksi yang tahu jawabannya.
4. Hindari mengunjungi Bangkok antara bulan Februari - Maret. Panasnya bisa mencapai 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.
5. Kata sapaan " sawadee kha" ditujukan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dari orang yang melayani kepada yang dilayani. Misalnya, penjaga pintu kepada tamu hotel.
6. Tidak mudah membedakan perempuan yang aspal karena seringkali mereka jauh lebih cantik dan mulus dibanding perempuan tulen. Suatu kali, saya sedang berjalan-jalan di Siam Paragon dengan seorang teman dan banyak sekali perempuan cantik, langsing, berkulit putih mulus lalu lalang. Teman saya bilang, kalau diamati lebih detil, bisa terlihat mana yang benar-benar asli dan mana yang aspal. Saya sendiri belum pernah benar-benar mengamati sih dan tidak tertarik untuk mencari tahu. Tidak salah kalau Thailand menjadi surga untuk operasi plastik, bukti suksesnya ada dimana-mana..hm, walaupun bukti gagalnya juga banyak ditemui disini :p.
7. Penjual asongan di lampu merah dilarang menjual rokok, hasilnya di setiap perhentian lampu merah, yang tampak hanyalah penjual menjajakan rangkaian bunga berwarna-warni.
8. Jangan langsung percaya ketika seseorang mengatakan bahwa objek wisata yang akan kita tuju tutup, bisa jadi itu hanya tipu daya dan orang tersebut malah mengarahkan kita ke tempat lain, sama halnya dengan supir tuktuk yang membelokkan penumpang yang bermaksud mengunjungi Grand Palace/Wat Pho ke toko-toko perhiasan dan bebatuan. Hal ini dikenal sebagai scam.
9. Raja adalah figur yang sangat dihormati dan berkata-kata buruk tentang Raja dan keluarga kerajaan dapat dikenai hukuman pidana, tidak terkecuali orang asing sekalipun. Ketika kami baru pindah kesini, ada kasus seorang bapak berusia 60 tahun dikenai hukuman penjara karena diduga mengirim lima pesan singkat yang dianggap menghina Raja. Si bapak dijatuhi 25 tahun hukuman penjara atau 5 tahun untuk setiap pesan. Karena itu, berhati-hatilah dalam berbicara, apalagi kalau topiknya menyangkut kerajaan.
10. Bersiaplah untuk beradu sikut pada saat masuk atau keluar dari BTS atau MRT. Meskipun secara umum relatif tertib, masih banyak orang yang tidak peduli main tabrak sana-sini tanpa lihat kiri-kanan ketika naik atau turun dari BTS/MRT.
#World Heritage Sites: Stonehenge, (Avebury and Associated Sites)
Masih ingat koleksi desktop wallpaper Windows XP? Salah satunya adalah foto Stonehenge di Inggris.
Pertama kali tahu tentang Stonehenge, ya dari desktop wallpaper ini, dan saya berkhayal suatu hari bisa pergi kesana. Kekuatan mimpi membawa saya kesana pada suatu hari yang mendung dan gerimis di penghujung September 2007. Alhamdulillah, saya beruntung bisa sampai ke situs yang berada di wilayah Wiltshire, Inggris tanpa perlu susah payah memikirkan moda transportasi dan cara menuju kesana, tentunya karena ada sang pacar (waktu itu) yang mengantar kemana-mana :). Apabila tertarik mengunjungi Stonehenge, informasi lengkapnya ada di situs Stonehenge.
Stonehenge adalah situs prasejarah yang menakjubkan. Bayangkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, batu-batu menhir raksasa tersebut, yang beratnya bisa mencapai 4 ton dibawa dari berbagai tempat di Inggris, salah satunya dari wilayah Wales melalui jalan air, sejauh kurang lebih 240 km. Susunan bebatuan juga diperkirakan ditentukan oleh ilmu astronomi manusia prasejarah ketika itu. Suatu teknologi yang sangat canggih di masa prasejarah yang sulit dibayangkan oleh akal kita di jaman sekarang. Itu juga salah satu alasan Stonehenge menerima status sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1986.
Sedikit tips pada saat mengunjungi Stonehenge:
1. Menyewa audio guide, sehingga kita memperoleh penjelasan tentang sejarah bagaimana batu-batu raksasa itu tersusun dan beragam cerita dibalik tujuan pembangunannya.
2. Membawa jaket anti air/payung/kacamata, mengingat karena Stonehenge ini adalah situs di udara terbuka dan cuaca di Inggris yang tidak menentu. Jangan sampai kunjungan ke tempat yang fantastis ini terganggu oleh hujan atau terik matahari, meskipun seterik-teriknya matahari disana berbeda dengan terik matahari di Jakarta atau Bangkok :).
3. Stonehenge dapat dikunjungi dalam satu hari, jadi waktu itu, setelah pagi hari dihabiskan untuk menikmati keindahan dan aura misterius Stonehenge, kami menuju kota Salisbury yang klasik sekaligus mengunjungi Salisbury Cathedral yang indah dan megah dari abad ke-12.
4. Nikmati pemandangan khas pedesaan Inggris disekitar wilayah Stonehenge, hamparan rumput hijau sejauh mata memandang, dan kelompok domba-domba dan sapi-sapi yang sedang merumput.
5. Yang paling penting, jangan lupa membawa kamera dan ambil foto sebanyak-banyaknya.
Selamat berjalan-jalan!
Berikut sebagian koleksi foto-foto pribadi yang diambil di Stonehenge:

![]() |
Pertama kali tahu tentang Stonehenge, ya dari desktop wallpaper ini, dan saya berkhayal suatu hari bisa pergi kesana. Kekuatan mimpi membawa saya kesana pada suatu hari yang mendung dan gerimis di penghujung September 2007. Alhamdulillah, saya beruntung bisa sampai ke situs yang berada di wilayah Wiltshire, Inggris tanpa perlu susah payah memikirkan moda transportasi dan cara menuju kesana, tentunya karena ada sang pacar (waktu itu) yang mengantar kemana-mana :). Apabila tertarik mengunjungi Stonehenge, informasi lengkapnya ada di situs Stonehenge.
Stonehenge adalah situs prasejarah yang menakjubkan. Bayangkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, batu-batu menhir raksasa tersebut, yang beratnya bisa mencapai 4 ton dibawa dari berbagai tempat di Inggris, salah satunya dari wilayah Wales melalui jalan air, sejauh kurang lebih 240 km. Susunan bebatuan juga diperkirakan ditentukan oleh ilmu astronomi manusia prasejarah ketika itu. Suatu teknologi yang sangat canggih di masa prasejarah yang sulit dibayangkan oleh akal kita di jaman sekarang. Itu juga salah satu alasan Stonehenge menerima status sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1986.
Sedikit tips pada saat mengunjungi Stonehenge:
1. Menyewa audio guide, sehingga kita memperoleh penjelasan tentang sejarah bagaimana batu-batu raksasa itu tersusun dan beragam cerita dibalik tujuan pembangunannya.
2. Membawa jaket anti air/payung/kacamata, mengingat karena Stonehenge ini adalah situs di udara terbuka dan cuaca di Inggris yang tidak menentu. Jangan sampai kunjungan ke tempat yang fantastis ini terganggu oleh hujan atau terik matahari, meskipun seterik-teriknya matahari disana berbeda dengan terik matahari di Jakarta atau Bangkok :).
3. Stonehenge dapat dikunjungi dalam satu hari, jadi waktu itu, setelah pagi hari dihabiskan untuk menikmati keindahan dan aura misterius Stonehenge, kami menuju kota Salisbury yang klasik sekaligus mengunjungi Salisbury Cathedral yang indah dan megah dari abad ke-12.
4. Nikmati pemandangan khas pedesaan Inggris disekitar wilayah Stonehenge, hamparan rumput hijau sejauh mata memandang, dan kelompok domba-domba dan sapi-sapi yang sedang merumput.
5. Yang paling penting, jangan lupa membawa kamera dan ambil foto sebanyak-banyaknya.
Selamat berjalan-jalan!
Berikut sebagian koleksi foto-foto pribadi yang diambil di Stonehenge:
| Stonehenge yang fenomenal |
| Kehilangan kata-kata ketika melihatnya |
| Antrian di pintu masuk |
| "Penduduk" sekitar Stonehenge sedang bersantai |
| Selamat datang di Stonehenge! |
| Salah satu sudut kota Salisbury |
Tuesday, 19 March 2013
Avocado Pie
Maksud hati mau membuat seperti menu pencuci mulut seperti ini
eehh..ternyata ada kesalahan teknis yang cukup fatal. Demi menyelamatkan bahan-bahan yang sudah terlanjur dibeli, akhirnya malah seperti ini :)
Meskipun baru pertama kali mencoba resep ini, tapi penampakannya lumayan dan rasanya enak, menurut saya sih. Berikut resepnya:
- 2 buah alpukat matang
- 1 kaleng susu kental manis
- 1 buah (9-inci) graham crackers crust siap pakai
- 1/2 cup jus lemon (saya pakai jus dari 1 buah lemon utuh)
Cara membuat:
Campur alpukat, jus lemon, dan susu kental manis dalam mangkuk dan aduk dengan mixer. Setelah adonan lembut, tuangkan diatas graham crackers. Dinginkan di kulkas selama 3-4 jam. Bila suka, hiasi dengan whipping cream.
Sebagai penggemar alpukat, menurut saya tidak pernah ada makanan olahan dari alpukat yang tidak enak. Mulai dari guacamole, avocado salad, es kelapa alpukat, jus alpukat campur coklat, es campur, semuanya enaaakkk...hmm, apalagi kira-kira menu yang bisa diolah dari alpukat ya?
eehh..ternyata ada kesalahan teknis yang cukup fatal. Demi menyelamatkan bahan-bahan yang sudah terlanjur dibeli, akhirnya malah seperti ini :)
Meskipun baru pertama kali mencoba resep ini, tapi penampakannya lumayan dan rasanya enak, menurut saya sih. Berikut resepnya:
- 2 buah alpukat matang
- 1 kaleng susu kental manis
- 1 buah (9-inci) graham crackers crust siap pakai
- 1/2 cup jus lemon (saya pakai jus dari 1 buah lemon utuh)
Cara membuat:
Campur alpukat, jus lemon, dan susu kental manis dalam mangkuk dan aduk dengan mixer. Setelah adonan lembut, tuangkan diatas graham crackers. Dinginkan di kulkas selama 3-4 jam. Bila suka, hiasi dengan whipping cream.
Sebagai penggemar alpukat, menurut saya tidak pernah ada makanan olahan dari alpukat yang tidak enak. Mulai dari guacamole, avocado salad, es kelapa alpukat, jus alpukat campur coklat, es campur, semuanya enaaakkk...hmm, apalagi kira-kira menu yang bisa diolah dari alpukat ya?
Friday, 15 March 2013
Patah Hati
Di suatu pagi, kurang lebih 10 tahun yang lalu, di depan kantor di daerah Kebayoran Baru, ada seorang pria tinggi besar berambut kribo abu-abu sedang membuka bagasi belakang mobilnya. Saya ada tidak jauh dari situ, dan tertarik untuk mengamatinya. Ya, dialah calon bos saya di kantor ini.
Pada awalnya saya bergabung dalam pekerjaan proyek di Jakarta sebagai intern, saya hanya berkomunikasi dengan Associate Expert-nya, seorang pria Italia yang ganteng, lembut dan baik hati. Eh, tidak lama saya bergabung, sang Associate Expert baik hati tersebut pindah negara dan otomatis saya harus berkomunikasi langsung dengan Pak Kribo tadi. Kesan pertama, Pak Kribo terlihat galak baik dari pembawaan maupun penampilan, sungguh sangat bertolak belakang dengan koleganya, meskipun sama-sama orang Italia.
Singkat cerita, setelah melalui masa penyesuaian dengan sang bos, sayapun menikmati masa-masa kerja saya di kantor ini, walaupun selalu ada suka dukanya. Sampai pada suatu hari, Pak Kribo muncul di kantor dengan gaya baru, rambut terpangkas rapi...wow, semenjak hari itu kegantengan pak Kribo yang dulu sempat tersamarkan menjadi terlihat nyata!!! Hm, namanya sekarang bukan Pak Kribo lagi karena sudah tidak kribo, tapi jadi Pak Ganteng. Sayang sekali, Pak Ganteng sudah beristri dan mempunyai dua orang anak, hehehe...
Semakin lama mengenal Pak Ganteng ini, ternyata berkebalikan dengan bayangan saya dulu waktu pertama melihatnya. Dari sisi profesional, Pak Ganteng pintar, menguasai lima bahasa, rajin, dan sangat sistematis, terlihat dari catatannya; dari sisi personal, Pak Ganteng orangnya hangat, pandai menari, sangat lucu dan banyak akal...ada saja bahan candaannya yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Sepanjang pengalaman saya bekerja dengan Pak Ganteng, beliau juga cukup perhatian dengan masalah pribadi yang pernah saya hadapi, sampai dalam beberapa kesempatan, seringkali setelah pembicaraan kami dalam hal pekerjaan selesai, dilanjutkan dengan pembicaraan ringan seperti antara bapak dan anak. Tapi gara-gara Pak Ganteng juga, saya tidak bisa berpakaian modis kalau ke kantor karena seringkali, alih-alih menggunakan mobil kantor atau taksi untuk pergi rapat di luar kantor, Pak Ganteng lebih suka membonceng saya di atas motor Vespanya :D.
Di luar pembicaraan profesional sehari-hari, Pak Ganteng, tanpa maksud apapun, dengan gaya isengnya sering bertanya atau membuat komentar tentang hal pribadi orang-orang di kantor, dengan gaya yang lucu dan hampir tidak mungkin membuat orang yang ditanya merasa marah atau terganggu, malah sebaliknya, tertawa terpingkal-pingkal. Saya jadi ingat salah satunya, suatu hari di tahun 2006 ada intern baru yang datang dan diperkenalkan kepada kami. Kebetulan saya sedang berada di ruangan Pak Ganteng ketika sekretaris unit memperkenalkan intern tersebut. Setelah mereka keluar dari ruangan, Pak Ganteng dengan ekspresi jahil berkata supaya saya mendekati sang intern baru dan menjadikannya pacar. Rupanya Pak Ganteng cukup peduli dengan keadaan asistennya yang tidak punya pacar waktu itu dan setiap kali Pak Ganteng tugas ke Eropa, si asisten ini selalu minta dibawakan oleh-oleh pria single berpaspor Schengen :p. Waktu itu saya menolak dengan dalih si intern ini masih tampak seperti remaja dan Pak Ganteng hanya geleng-geleng kepala saja mendengar jawaban saya. Percaya atau tidak, empat tahun kemudian, saya dinikahi sang intern yang pernah diusulkan Pak Ganteng untuk dijadikan pacar, hmm..apakah Pak Ganteng mempunyai indera keenam? Tidak tahu juga...
Hubungan profesional kami sebagai atasan dan bawahan harus diakhiri pada tahun 2007 ketika saya mengundurkan diri untuk melanjutkan sekolah. Pak Ganteng juga sangat suportif dan memberikan dukungan penuh ketika saya bermaksud melanjutkan sekolah. Ada banyak suka duka bekerja dibawah supervisi Pak Ganteng selama kurun waktu empat tahun yang semuanya menjadi pengalaman berharga untuk saya pribadi.
Sejak saya keluar dari kantor tersebut sampai tahun lalu, apabila sedang berada di Indonesia, saya selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan bertukar kabar dengan Pak Ganteng. Nah, beberapa hari yang lalu, saya menerima email perpisahan dari Pak Ganteng yang akan pindah setelah belasan tahun bertugas di Indonesia, dan sayapun....patah hati!
Siapa yang tidak akan patah hati kalau setiap hari bertemu dengan atasan yang seperti ini?
Saya saja yang sudah tidak bekerja lagi di kantor tersebut masih patah hati, bagaimana kabar asisten Pak Ganteng yang ditinggal pergi ya?
Teruntuk asisten Pak Ganteng: terima kasih fotonya ya, jadi punya ide untuk nulis ini deh :) *mudah-mudahan patah hatinya sudah sembuh ya neng, pelukk*
Pada awalnya saya bergabung dalam pekerjaan proyek di Jakarta sebagai intern, saya hanya berkomunikasi dengan Associate Expert-nya, seorang pria Italia yang ganteng, lembut dan baik hati. Eh, tidak lama saya bergabung, sang Associate Expert baik hati tersebut pindah negara dan otomatis saya harus berkomunikasi langsung dengan Pak Kribo tadi. Kesan pertama, Pak Kribo terlihat galak baik dari pembawaan maupun penampilan, sungguh sangat bertolak belakang dengan koleganya, meskipun sama-sama orang Italia.
Singkat cerita, setelah melalui masa penyesuaian dengan sang bos, sayapun menikmati masa-masa kerja saya di kantor ini, walaupun selalu ada suka dukanya. Sampai pada suatu hari, Pak Kribo muncul di kantor dengan gaya baru, rambut terpangkas rapi...wow, semenjak hari itu kegantengan pak Kribo yang dulu sempat tersamarkan menjadi terlihat nyata!!! Hm, namanya sekarang bukan Pak Kribo lagi karena sudah tidak kribo, tapi jadi Pak Ganteng. Sayang sekali, Pak Ganteng sudah beristri dan mempunyai dua orang anak, hehehe...
Semakin lama mengenal Pak Ganteng ini, ternyata berkebalikan dengan bayangan saya dulu waktu pertama melihatnya. Dari sisi profesional, Pak Ganteng pintar, menguasai lima bahasa, rajin, dan sangat sistematis, terlihat dari catatannya; dari sisi personal, Pak Ganteng orangnya hangat, pandai menari, sangat lucu dan banyak akal...ada saja bahan candaannya yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Sepanjang pengalaman saya bekerja dengan Pak Ganteng, beliau juga cukup perhatian dengan masalah pribadi yang pernah saya hadapi, sampai dalam beberapa kesempatan, seringkali setelah pembicaraan kami dalam hal pekerjaan selesai, dilanjutkan dengan pembicaraan ringan seperti antara bapak dan anak. Tapi gara-gara Pak Ganteng juga, saya tidak bisa berpakaian modis kalau ke kantor karena seringkali, alih-alih menggunakan mobil kantor atau taksi untuk pergi rapat di luar kantor, Pak Ganteng lebih suka membonceng saya di atas motor Vespanya :D.
Di luar pembicaraan profesional sehari-hari, Pak Ganteng, tanpa maksud apapun, dengan gaya isengnya sering bertanya atau membuat komentar tentang hal pribadi orang-orang di kantor, dengan gaya yang lucu dan hampir tidak mungkin membuat orang yang ditanya merasa marah atau terganggu, malah sebaliknya, tertawa terpingkal-pingkal. Saya jadi ingat salah satunya, suatu hari di tahun 2006 ada intern baru yang datang dan diperkenalkan kepada kami. Kebetulan saya sedang berada di ruangan Pak Ganteng ketika sekretaris unit memperkenalkan intern tersebut. Setelah mereka keluar dari ruangan, Pak Ganteng dengan ekspresi jahil berkata supaya saya mendekati sang intern baru dan menjadikannya pacar. Rupanya Pak Ganteng cukup peduli dengan keadaan asistennya yang tidak punya pacar waktu itu dan setiap kali Pak Ganteng tugas ke Eropa, si asisten ini selalu minta dibawakan oleh-oleh pria single berpaspor Schengen :p. Waktu itu saya menolak dengan dalih si intern ini masih tampak seperti remaja dan Pak Ganteng hanya geleng-geleng kepala saja mendengar jawaban saya. Percaya atau tidak, empat tahun kemudian, saya dinikahi sang intern yang pernah diusulkan Pak Ganteng untuk dijadikan pacar, hmm..apakah Pak Ganteng mempunyai indera keenam? Tidak tahu juga...
Hubungan profesional kami sebagai atasan dan bawahan harus diakhiri pada tahun 2007 ketika saya mengundurkan diri untuk melanjutkan sekolah. Pak Ganteng juga sangat suportif dan memberikan dukungan penuh ketika saya bermaksud melanjutkan sekolah. Ada banyak suka duka bekerja dibawah supervisi Pak Ganteng selama kurun waktu empat tahun yang semuanya menjadi pengalaman berharga untuk saya pribadi.
Sejak saya keluar dari kantor tersebut sampai tahun lalu, apabila sedang berada di Indonesia, saya selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan bertukar kabar dengan Pak Ganteng. Nah, beberapa hari yang lalu, saya menerima email perpisahan dari Pak Ganteng yang akan pindah setelah belasan tahun bertugas di Indonesia, dan sayapun....patah hati!
Siapa yang tidak akan patah hati kalau setiap hari bertemu dengan atasan yang seperti ini?
![]() |
| Kemiripan nyaris 100% dengan pose seperti ini (kredit foto: http://winningateverything.com/tag/george-clooney) |
Teruntuk asisten Pak Ganteng: terima kasih fotonya ya, jadi punya ide untuk nulis ini deh :) *mudah-mudahan patah hatinya sudah sembuh ya neng, pelukk*
Kelompok Bermain
Setelah 3 bulan mengikuti kegiatan playgroup yang menyenangkan, kami diberitahu bahwa sekolah tempat kegiatan berlangsung akan ditutup.Pemilik tanah memutuskan untuk membangun condominium di atas tanah dimana sekolah ini berdiri sejak 20 tahun lalu :(. Padahal, playgroup ini adalah satu-satunya dari semua lembaga yang saya kontak yang menerima anggota dibawah usia 1 tahun.
Dengan hanya membayar THB 200 setiap kali datang, si kecil dapat bermain dan belajar selama dua jam dalam suasana menyenangkan dengan ibu guru yang luwes dan pintar. Sayang, kesempatan main dan belajar di tempat ini akan berakhir bulan Juni nanti.
Catatan ini saya buat untuk mengingatkan pada pengalaman pertama si kecil ikut playgroup, dimana ia menjadi anggota termuda. Ya, meskipun saya pernah mempunyai pengalaman buruk dengan perempuan yang mengaku sebagai kepala di sekolah tersebut, hal itu tidak membuat saya kapok untuk datang lagi karena gurunya dan kegiatan di playgroup-nya telah membuat saya jatuh cinta.
Dengan hanya membayar THB 200 setiap kali datang, si kecil dapat bermain dan belajar selama dua jam dalam suasana menyenangkan dengan ibu guru yang luwes dan pintar. Sayang, kesempatan main dan belajar di tempat ini akan berakhir bulan Juni nanti.
Catatan ini saya buat untuk mengingatkan pada pengalaman pertama si kecil ikut playgroup, dimana ia menjadi anggota termuda. Ya, meskipun saya pernah mempunyai pengalaman buruk dengan perempuan yang mengaku sebagai kepala di sekolah tersebut, hal itu tidak membuat saya kapok untuk datang lagi karena gurunya dan kegiatan di playgroup-nya telah membuat saya jatuh cinta.
![]() |
| kegiatan bermain bebas dan mendengarkan ibu guru bercerita |
![]() |
| kiri atas: snack time; kanan bawah: ternyata ada ya toilet dan wastafel mini seperti ini...lucu sekali penampakannya! |
Friday, 8 March 2013
Two weeks....
and I am still survived, alive, and hopefully able to keep my sanity. Yes, home alone for 24/7 with a ninth-month old over a span of three weeks is NOT EASY AT ALL! Despite the fact that he's been very sweet and cooperative as usual, there were times when he really challenged my patience by crying out loud at night time and waking up at early hours around 3-4 a.m., things that rarely happen when daddy is home and that I have difficulties to cope with, especially when my husband is away.
Our life will always be like this, but more than two weeks of business trip is just too much, I would say. So, hats off to all tough women out there who live a long distance relationship with their spouses while taking care of their children during long certain periods.
At this time, while observing him when he is sound asleep, I feel guilty for not having enough patience in taking care of this innocent human being that I love dearly :(. Dear God, please give me strength, patience, and ability to look after Your precious gift so I can be a better mother each day, aamiin. So, two weeks have passed, another week to go :)
My darling son, I love you to the moon and back. My dear husband, come back soon, we need you!
Our life will always be like this, but more than two weeks of business trip is just too much, I would say. So, hats off to all tough women out there who live a long distance relationship with their spouses while taking care of their children during long certain periods.
At this time, while observing him when he is sound asleep, I feel guilty for not having enough patience in taking care of this innocent human being that I love dearly :(. Dear God, please give me strength, patience, and ability to look after Your precious gift so I can be a better mother each day, aamiin. So, two weeks have passed, another week to go :)
My darling son, I love you to the moon and back. My dear husband, come back soon, we need you!
Tuesday, 5 March 2013
Tentang Kunci
Pernah berada dalam situasi yang tidak mengenakkan sekaligus konyol?
Saya pernah, dan hampir semuanya berhubungan dengan kunci :). *Duh, harusnya saya mengerjakan tulisan yang sudah lewat deadline, tapi apa daya, sang ide entah hilang kemana, malah teringat soal insiden-insiden konyol yang pernah saya alami*.
Kejadian pertama, pada suatu malam, beberapa tahun yang lalu, pertemuan dengan masyarakat yang saya ikuti berakhir cukup larut (saya sempat bekerja di suatu proyek berbasis masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah pertemuan di malam hari pada akhir pekan), akibatnya saya tiba di kosan saya di daerah Kebayoran Baru hampir jam 11 malam. Karena saya tidak menelepon ibu kos sebelumnya, saya dapati pagar sudah terkunci dan lampu rumah padam, yang artinya penghuni rumah sudah tidur semua. Mau loncat pagar, takut dikira maling, teman kos satu-satunya sedang pulang ke rumahnya di luar kota, duh, bagaimana ini? Akhirnya, tanpa berpikir panjang, saya kembali naik taksi yang mengantar saya pulang tadi sambil berpikir keras kemana saya harus menuju. Di taksi, berkejaran dengan ponsel yang nyaris habis baterai, terpikirlah untuk menelepon seorang teman yang tinggal di kos-kosan besar di daerah Setiabudi. Sayapun meneleponnya, menyampaikan maksud saya, dan telepon pun mati, ppfiuuhh...deg-degan tapi lega, nyaris saja saya luntang-lantung malam ini di ibukota. Setelah kejadian itu, saya selalu memastikan untuk menelepon ibu kos memberitahukan apabila saya pulang malam dan meminta agar pagar tidak dikunci.
Kejadian kedua, waktu berlibur ke Jakarta, seorang teman baik menawarkan apartemennya untuk kami tinggali. Kebetulan, sang teman sedang sibuk pulang pergi ke luar kota dan luar negeri dalam kurun waktu tiga minggu, dan hanya pulang sebentar ke apartemennya diantara jeda perjalanan satu dengan perjalanan lainnya. Satu malam, kami bermaksud pergi makan seafood di Benhil. Teman kami itu baru saja pulang dari luar kota dan tidak mau ikut makan diluar karena capek. Kami bilang paling lambat sampai apartemen jam 9.30 malam dan tidak minta kunci, mengingat ada si pemilik apartemen yang bersedia membukakan pintu. Kamipun pergi makan dan pulang dengan perut kenyang sekaligus baju bau asap. Begitu sampai di depan pintu, diketuk berkali-kali, dipanggil, ditelepon, tidak ada hasil. Akhirnya, selama hampir 30 menit mencoba, kamipun menyerah. Suami berinisiatif untuk menginap di hotel sebelah apartemen yang saya tanggapi dengan dingin. Coba bayangkan, check in di hotel hampir jam 11 malam dengan pria asing, dengan pakaian seadanya, bau asap seafood pula, dan besoknya check out dengan pakaian yang sama pula, apa kata dunia? Tapi, waktu yang terus beranjak larut membuat saya menepis semua kekhawatiran, lagipula kami sudah menikah, jadi terserah apa kata orang. Malam itu, untuk pertama kalinya, saya tidak dapat menikmati tidur di hotel bintang lima, dan keesokan paginya, rasanya saya ingin cepat-cepat menyelesaikan sarapan, sementara suami malah bersantai ria. Siangnya, kami bertemu dengan si pemilik apartemen, ternyata oh ternyata, dia tertidur pulas saking capeknya, dan ketika melihat kamar tempat kami tidur kosong, ia berpikir bahwa kami tidak pulang, padahal... :)
Kejadian ketiga, saat liburan ke Jakarta juga, kami menempati unit yang sama, karena kebetulan si teman baik sedang dinas ke luar kota. Alkisah, suatu malam kami berniat keluar mencari makan. Tepat ketika kami melewati dan menutup pintu, suami saya berseru kalau kuncinya masih tergantung di lubang kunci...yaahh..bagaimana kami masuk nanti? Enaknya tinggal di apartemen, selalu ada layanan 24 jam untuk hal-hal darurat seperti ini. Setelah meminta tolong resepsionis, 30 menit kemudian pintu berhasil dibuka oleh teknisi dan kami pun terhindar dari risiko menjadi tunawisma malam itu.
Kejadian keempat, sewaktu mengunjungi teman saya di kota Lyon, saya diajak teman saya itu menghadiri suatu pesta. Menjelang jam 12 malam, kami meninggalkan pesta tersebut dan menuju stasiun metro terdekat. Teman saya dan satu orang temannya sudah masuk duluan dan saya mengikuti dari belakang. Pertama mencoba, mesin menolak menerima kartu metro saya. Kedua kali, tidak ada reaksi; ketiga kali, sama saja. Rupanya ada masalah dengan kartu metro saya. Sayapun mulai panik karena loket penjualan tiket sudah kosong dan kedua teman saya sudah berada di dalam. Bagaimana saya mau pulang? Akhirnya, mereka berdua menyarankan saya untuk melompati gerbang otomatis tersebut. Awalnya saya ragu-ragu, takut terekam CCTV, tapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saya melakukan yang disarankan. Pikir saya waktu itu, kalaupun ketahuan, saya punya alasan yang kuat dan ada dua teman saya yang bisa menjadi saksi. Syukurlah tidak ada panggilan apapun dari kantor polisi sampai beberapa minggu setelahnya..pengalaman unik di negeri orang, yang tidak ingin saya alami lagi tentunya.
Kejadian kelima, bukan saya yang mengalami sendiri, melainkan teman kos saya, sebut saja X. Si X ini, untuk sebagian besar orang yang mengenalnya, seringkali dianggap aneh, suka mencari perhatian, suka berkhayal, dst. Kamar X bersebelahan dengan kamar saya. Suatu malam, teman saya yang lain menemukan X tengah meringkuk tertidur di depan pintu kamarnya. Karena kasihan, teman saya membangunkan si X dan menyuruhnya tidur di kamar dia. Hihi, sampai sekarang tidak jelas alasannya kenapa X tidak langsung masuk ke kamarnya untuk tidur dan malah tidur di depan pintu kamar. Lupa bawa kunci? mungkin...Terlalu lelah? mungkin.. Yang pasti bukan karena hangover karena saya tahu persis meskipun X suka datang ke acara pesta teman-teman, dia tidak minum sama sekali. Yang jelas, kelakuan X ini membuat predikat aneh semakin melekat pada dirinya, ada-ada saja.
Ada yang punya pengalaman serupa?
Saya pernah, dan hampir semuanya berhubungan dengan kunci :). *Duh, harusnya saya mengerjakan tulisan yang sudah lewat deadline, tapi apa daya, sang ide entah hilang kemana, malah teringat soal insiden-insiden konyol yang pernah saya alami*.
Kejadian pertama, pada suatu malam, beberapa tahun yang lalu, pertemuan dengan masyarakat yang saya ikuti berakhir cukup larut (saya sempat bekerja di suatu proyek berbasis masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah pertemuan di malam hari pada akhir pekan), akibatnya saya tiba di kosan saya di daerah Kebayoran Baru hampir jam 11 malam. Karena saya tidak menelepon ibu kos sebelumnya, saya dapati pagar sudah terkunci dan lampu rumah padam, yang artinya penghuni rumah sudah tidur semua. Mau loncat pagar, takut dikira maling, teman kos satu-satunya sedang pulang ke rumahnya di luar kota, duh, bagaimana ini? Akhirnya, tanpa berpikir panjang, saya kembali naik taksi yang mengantar saya pulang tadi sambil berpikir keras kemana saya harus menuju. Di taksi, berkejaran dengan ponsel yang nyaris habis baterai, terpikirlah untuk menelepon seorang teman yang tinggal di kos-kosan besar di daerah Setiabudi. Sayapun meneleponnya, menyampaikan maksud saya, dan telepon pun mati, ppfiuuhh...deg-degan tapi lega, nyaris saja saya luntang-lantung malam ini di ibukota. Setelah kejadian itu, saya selalu memastikan untuk menelepon ibu kos memberitahukan apabila saya pulang malam dan meminta agar pagar tidak dikunci.
Kejadian kedua, waktu berlibur ke Jakarta, seorang teman baik menawarkan apartemennya untuk kami tinggali. Kebetulan, sang teman sedang sibuk pulang pergi ke luar kota dan luar negeri dalam kurun waktu tiga minggu, dan hanya pulang sebentar ke apartemennya diantara jeda perjalanan satu dengan perjalanan lainnya. Satu malam, kami bermaksud pergi makan seafood di Benhil. Teman kami itu baru saja pulang dari luar kota dan tidak mau ikut makan diluar karena capek. Kami bilang paling lambat sampai apartemen jam 9.30 malam dan tidak minta kunci, mengingat ada si pemilik apartemen yang bersedia membukakan pintu. Kamipun pergi makan dan pulang dengan perut kenyang sekaligus baju bau asap. Begitu sampai di depan pintu, diketuk berkali-kali, dipanggil, ditelepon, tidak ada hasil. Akhirnya, selama hampir 30 menit mencoba, kamipun menyerah. Suami berinisiatif untuk menginap di hotel sebelah apartemen yang saya tanggapi dengan dingin. Coba bayangkan, check in di hotel hampir jam 11 malam dengan pria asing, dengan pakaian seadanya, bau asap seafood pula, dan besoknya check out dengan pakaian yang sama pula, apa kata dunia? Tapi, waktu yang terus beranjak larut membuat saya menepis semua kekhawatiran, lagipula kami sudah menikah, jadi terserah apa kata orang. Malam itu, untuk pertama kalinya, saya tidak dapat menikmati tidur di hotel bintang lima, dan keesokan paginya, rasanya saya ingin cepat-cepat menyelesaikan sarapan, sementara suami malah bersantai ria. Siangnya, kami bertemu dengan si pemilik apartemen, ternyata oh ternyata, dia tertidur pulas saking capeknya, dan ketika melihat kamar tempat kami tidur kosong, ia berpikir bahwa kami tidak pulang, padahal... :)
Kejadian ketiga, saat liburan ke Jakarta juga, kami menempati unit yang sama, karena kebetulan si teman baik sedang dinas ke luar kota. Alkisah, suatu malam kami berniat keluar mencari makan. Tepat ketika kami melewati dan menutup pintu, suami saya berseru kalau kuncinya masih tergantung di lubang kunci...yaahh..bagaimana kami masuk nanti? Enaknya tinggal di apartemen, selalu ada layanan 24 jam untuk hal-hal darurat seperti ini. Setelah meminta tolong resepsionis, 30 menit kemudian pintu berhasil dibuka oleh teknisi dan kami pun terhindar dari risiko menjadi tunawisma malam itu.
Kejadian keempat, sewaktu mengunjungi teman saya di kota Lyon, saya diajak teman saya itu menghadiri suatu pesta. Menjelang jam 12 malam, kami meninggalkan pesta tersebut dan menuju stasiun metro terdekat. Teman saya dan satu orang temannya sudah masuk duluan dan saya mengikuti dari belakang. Pertama mencoba, mesin menolak menerima kartu metro saya. Kedua kali, tidak ada reaksi; ketiga kali, sama saja. Rupanya ada masalah dengan kartu metro saya. Sayapun mulai panik karena loket penjualan tiket sudah kosong dan kedua teman saya sudah berada di dalam. Bagaimana saya mau pulang? Akhirnya, mereka berdua menyarankan saya untuk melompati gerbang otomatis tersebut. Awalnya saya ragu-ragu, takut terekam CCTV, tapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saya melakukan yang disarankan. Pikir saya waktu itu, kalaupun ketahuan, saya punya alasan yang kuat dan ada dua teman saya yang bisa menjadi saksi. Syukurlah tidak ada panggilan apapun dari kantor polisi sampai beberapa minggu setelahnya..pengalaman unik di negeri orang, yang tidak ingin saya alami lagi tentunya.
Kejadian kelima, bukan saya yang mengalami sendiri, melainkan teman kos saya, sebut saja X. Si X ini, untuk sebagian besar orang yang mengenalnya, seringkali dianggap aneh, suka mencari perhatian, suka berkhayal, dst. Kamar X bersebelahan dengan kamar saya. Suatu malam, teman saya yang lain menemukan X tengah meringkuk tertidur di depan pintu kamarnya. Karena kasihan, teman saya membangunkan si X dan menyuruhnya tidur di kamar dia. Hihi, sampai sekarang tidak jelas alasannya kenapa X tidak langsung masuk ke kamarnya untuk tidur dan malah tidur di depan pintu kamar. Lupa bawa kunci? mungkin...Terlalu lelah? mungkin.. Yang pasti bukan karena hangover karena saya tahu persis meskipun X suka datang ke acara pesta teman-teman, dia tidak minum sama sekali. Yang jelas, kelakuan X ini membuat predikat aneh semakin melekat pada dirinya, ada-ada saja.
Ada yang punya pengalaman serupa?
Tuesday, 26 February 2013
Ada apa di Chuvit Garden?
Banyak hal yang begitu sensasional di Thailand, salah satunya adalah taman ini. Chuvit Garden berlokasi tidak jauh dari tempat kami tinggal dan hampir setiap pagi dan sore hari, saya membawa si kecil berjalan-jalan kesini. Taman yang merupakan milik pribadi ini selalu ramai dengan anak-anak kecil yang bermain dan orang dewasa yang berolah raga setiap pagi dan sore. Berawal dari papan informasi di salah satu sudut taman, diceritakan bahwa taman ini didesain dan dimiliki oleh seorang politisi Thailand yang juga pengusaha panti-panti pijat besar di Bangkok bernama Mr. Chuvit Kamolvisit. Oleh karena itu, taman ini dinamai sesuai dengan nama pemiliknya. Lalu dimana sensasionalnya? Belakangan, dari Lonely Planet, saya tahu bahwa cerita dibalik pembangunan taman itulah yang sensasional, dan kisah-kisah tentang sang pemilik sendiri. Demi membangun Chuvit Garden, sang pemilik meratakan bangunan-bangunan tempat usaha di atas tanah miliknya yang sebelumnya disewakan secara resmi dengan buldozer. Karena tindakannya, ia dijatuhi hukuman penjara. Disini diceritakan lebih lengkap tentang siapa Mr. Kamolvisit.
Ternyata, keteduhan taman cantik Chuvit Garden di tengah-tengah hutan beton Sukhumvit Road menyimpan cerita lain. Daripada pusing mengikuti ceritanya, mari kita tengok langsung Chuvit Garden :)






Sebagai penutup, terlepas dari cerita sensasional dibalik Chuvit Garden, salah satu hal penting yang membedakan Bangkok dengan Jakarta sebagai ibukota metropolitan ialah keberadaan ruang terbuka hijau. Hm, kira-kira ada tidak ya orang kaya di Jakarta yang bersedia mengorbankan tanah miliknya pribadi untuk dibangun menjadi ruang terbuka publik seperti Chuvit Garden?
Ternyata, keteduhan taman cantik Chuvit Garden di tengah-tengah hutan beton Sukhumvit Road menyimpan cerita lain. Daripada pusing mengikuti ceritanya, mari kita tengok langsung Chuvit Garden :)

![]() |
| Salah satu pengunjung taman sedang dijemur :) |





![]() |
| Gazebo di sisi lain Chuvit Garden |
Sebagai penutup, terlepas dari cerita sensasional dibalik Chuvit Garden, salah satu hal penting yang membedakan Bangkok dengan Jakarta sebagai ibukota metropolitan ialah keberadaan ruang terbuka hijau. Hm, kira-kira ada tidak ya orang kaya di Jakarta yang bersedia mengorbankan tanah miliknya pribadi untuk dibangun menjadi ruang terbuka publik seperti Chuvit Garden?
Sunday, 24 February 2013
#World Heritage Sites: City of Bath
Kota Bath yang cantik saya lewati dalam perjalanan dari bandar udara Heathrow menuju kota Bristol pada bulan September 2007. Dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Inggris, mantan pacar (waktu itu) tinggal dan berkemah di dekat kota Bath selama menemani minggu-minggu pertama saya di Bristol. Ketika saya datang, dibawanya saya ke tempat-tempat yang telah ia survei sebelumnya di kota ini.
Sesuai dengan namanya, kota Bath, awalnya bernama Aquae Sulis pada masa pemerintahan Romawi, dibangun antara tahun 60-70. Dibangun oleh bangsa Romawi sebagai tempat pemandian air panas (thermal spa), Bath menjadi salah satu spa town terkemuka di Eropa pada abad ke-18. Harga tiket masuk GBP 7.5 pada tahun 2007 yang relatif mahal untuk mahasiswa seperti saya sungguh sebanding setelah melihat sendiri reruntuhan pemandian jaman Romawi di dalam Roman Baths. Info detil tentang Roman Baths dapat dilihat disini. Selain itu, gedung-gedung indah di kota ini mempunyai gaya arsitektur yang menawan dan megah, menyatu dengan pemandangan alamnya yang indah membuat Bath mempunyai karakter garden city yang kuat *teringat kuliah PL301 Perencanaan Kota :p*. Reruntuhan kota Romawi Aquae Sulis yang terletak di dalam Roman Baths dan Abbey Church dari abad Pertengahan adalah pusat perhatian dari kota ini. Bath juga sempat menjadi pusat produksi wol yang terkenal pada abad Pertengahan.
Kota Bath dapat dicapai dengan kereta api dari London selama 90 menit dari stasiun London Paddington dan tiba di stasiun Bath Spa. Jika Anda berkesempatan mengunjungi wilayah Barat Daya Inggris, jangan lewatkan kunjungan ke salah satu kota terindah di Inggris Raya yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia pada tahun 1987. Jika kebetulan Anda berkunjung pada bulan Desember, cobalah untuk mendatangi Bath Christmas Market yang paling terkenal di wilayah Avon. Ada banyak barang menarik dan aneka makanan lezat yang dijual di acara ini.
Informasi lengkap mengenai kota Bath bisa dibaca disini dan disini. Berikut pemandangan kota Bath yang diambil selama kunjungan dalam kurun waktu 2007-2009.
Sesuai dengan namanya, kota Bath, awalnya bernama Aquae Sulis pada masa pemerintahan Romawi, dibangun antara tahun 60-70. Dibangun oleh bangsa Romawi sebagai tempat pemandian air panas (thermal spa), Bath menjadi salah satu spa town terkemuka di Eropa pada abad ke-18. Harga tiket masuk GBP 7.5 pada tahun 2007 yang relatif mahal untuk mahasiswa seperti saya sungguh sebanding setelah melihat sendiri reruntuhan pemandian jaman Romawi di dalam Roman Baths. Info detil tentang Roman Baths dapat dilihat disini. Selain itu, gedung-gedung indah di kota ini mempunyai gaya arsitektur yang menawan dan megah, menyatu dengan pemandangan alamnya yang indah membuat Bath mempunyai karakter garden city yang kuat *teringat kuliah PL301 Perencanaan Kota :p*. Reruntuhan kota Romawi Aquae Sulis yang terletak di dalam Roman Baths dan Abbey Church dari abad Pertengahan adalah pusat perhatian dari kota ini. Bath juga sempat menjadi pusat produksi wol yang terkenal pada abad Pertengahan.
Kota Bath dapat dicapai dengan kereta api dari London selama 90 menit dari stasiun London Paddington dan tiba di stasiun Bath Spa. Jika Anda berkesempatan mengunjungi wilayah Barat Daya Inggris, jangan lewatkan kunjungan ke salah satu kota terindah di Inggris Raya yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia pada tahun 1987. Jika kebetulan Anda berkunjung pada bulan Desember, cobalah untuk mendatangi Bath Christmas Market yang paling terkenal di wilayah Avon. Ada banyak barang menarik dan aneka makanan lezat yang dijual di acara ini.
Informasi lengkap mengenai kota Bath bisa dibaca disini dan disini. Berikut pemandangan kota Bath yang diambil selama kunjungan dalam kurun waktu 2007-2009.
| Abbey Church |
| Bath Christmas Market |
| Bath Christmas Market dengan Abbey Church sebagai latar belakang |
| Roman Bath yang terkenal |
| Roman Bath |
| Kolam peruntungan yang penuh dengan koin |
| Salah satu sudut Roman Bath |
| Salah satu sudut Roman Bath dengan restoran mewah The Pump Room di bagian atas |
| Taman kota dengan latar belakang gedung The Empire Hotel |
| Avon Canal lengkap dengan angsa putih yang sedang bermain |
![]() |
| Bersama teman-teman Hodgkin House di depan Royal Crescent |
| Bath, the World Heritage City |
| Taman kota |
| Suasana di depan Abbey Church pada akhir musim panas |
![]() |
| Teman-teman PPI Bristol dan penduduk setempat yang sedang mengikuti karnaval |
| Pulteney Bridge dengan toko-toko suvenir menarik diatasnya |
| Avon Canal, Bath |
![]() | |||
| Royal Crescent yang indah dan megah |
Subscribe to:
Posts (Atom)










