"He
created the heavens and earth in truth. He wraps the night over the day
and wraps the day over the night and has subjected the sun and the
moon, each running [its course] for a specified term. Unquestionably, He
is the Exalted in Might, the Perpetual Forgiver" QS. Az-Zumar 39:5
Showing posts with label life in the UK. Show all posts
Showing posts with label life in the UK. Show all posts
Friday, 20 November 2015
Sundown
I always love taking pictures of sunrises and sunsets everywhere. To me, sunrise pours the new spirit and hope while sunset makes me feeling nostalgic. Now, I hardly do it again for sunrise means wake up time for the kids, and sunset happens at about the same time of their dinner schedule. Somehow, I occasionally miss sitting quietly waiting for the sun to set, hence I write this post. To fulfil my thirsts of spoiling myself staring at the reddish blue skies, through the photos below, I revisit most spectacular sunsets and beautiful skies I have luckily ever captured, taken in various places, from Sipora island to Koh Chang island, from Champerico beach to Port Vila bay, and from the bustling city of Bangkok to vibrant city of Bristol. They are simply BREATHTAKING!
Labels:
Guatemala,
Indonesia,
life in Thailand,
life in the UK,
life in Vanuatu,
thoughts
Saturday, 29 August 2015
Jadi Turis di Oxford

Mendengar namanya, pikiran kita pasti langsung melayang pada salah satu universitas paling bergengsi dan populer di dunia, apalagi kalau bukan University of Oxford. Hal lain yang identik dengan kota Oxford ini adalah film Harry Potter yang pengambilan gambarnya memang diambil di beberapa lokasi universitas legendaris tersebut.
Kota Oxford dikenal dengan nama "the city of dreaming spires" berpenduduk kurang lebih 150 ribu jiwa yang terletak di bagian selatan, sekitar 90 kilometer dari London (Sumber: Wikipedia), jadi bisa ditempuh dalam satu hari perjalanan pulang pergi dari London. Keberadaan universitas Oxford sebagai universitas tertua di Inggris sekaligus salah satu yang paling prestisius di dunia yang terletak di kota ini membuat Oxford juga dikenal sebagai kota universitas.
Banyaknya orang-orang yang tinggal di sekitar Oxford dan bekerja di kota ini, membuat pemerintah setempat memberlakukan Park and Ride, sehingga tarif parkir di pusat kota terbilang mahal. Tahun 2013, tarif parkir sampai 30 menit adalah GBP 1, sedangkan antara 30 menit - 1 jam dikenakan tarif GBP 2,5.
| Oxford yang klasik (Foto oleh Margaret Tarrasto) |
Tujuan wisata utama yang paling menarik di Oxford tentunya adalah tur keliling kompleks universitas yang sangat indah, serasa berada di film Harry Potter, yang memang mengambil lokasi pengambilan gambar disini. Pun kotanya nyaman dan menarik untuk dijelajahi sambil berjalan kaki. Sependek ingatan saya, tidak banyak yang berubah dari kota klasik ini ketika pertama kali saya mengunjunginya pada musim semi 2008, kecuali di kunjungan kedua saya bersama para pria kesayangan di 2013, kami berjalan di bawah hangatnya cahaya matahari musim panas dan penjual es krim yang ramai dikelilingi pembeli. Apa saja yang sempat kami lihat di Oxford?
Bodleian Library
Salah satu kunjungan yang tidak boleh dilewatkan jika berkesempatan mendatangi kota cantik ini adalah mengikuti tur masuk perpustakaan universitasnya, yaitu The Bodleian Library yang dibangun pada abad ke-17. Tur dengan 10-20 orang selama kurang lebih empat puluh lima menit ini akan membawa pengunjung melihat tempat-tempat menarik yang tertutup untuk umum. Begitu memasuki area perpustakaan, pengunjung diminta untuk meninggalkan tas, telepon genggam,dan kamera di lemari penyimpanan dan tidak diperkenankan mengambil gambar apapun selama tur berlangsung untuk menjaga ketenangan suasana perpustakaan dan tidak mengganggu mahasiswa yang sedang belajar disana. Bahkan, peserta tur dilarang bicara selama tur dan pemandunya pun berbicara dengan berbisik-bisik.
| Divinity School |
Perpustakaan Bodleian adalah salah satu perpustakaan tertua di Eropa dan yang kedua terbesar di seluruh daratan Inggris Raya. Meskipun perpustakaan ini baru resmi dibuka pada tahun 1602, sejarahnya telah bermula pada abad ke-14. Perpustakaan ini dinamai sesuai dengan nama inisiatornya, Sir Thomas Bodley alumni Merton College, Oxford. Bodley-lah yang mengusulkan pengembangan perpustakaan setelah sekaligus menyumbangkan koleksi buku miliknya sehingga perpustakaan ini resmi dibuka pada tahun 1602.
Sesuai dengan mandatnya berdasarkan Legal Deposit Libraries Act 2003, perpustakaan Bodleian adalah satu dari enam perpustakaan di Inggris Raya yang menyimpan satu kopi dari setiap publikasi yang hak ciptanya diterbitkan di wilayah Inggris Raya dan Irlandia. Konsekuensinya Bodleian menerima lebih dari 170,000 volume publikasi per tahunnya. Konsekuensinya, perpustakaan ini menerima begitu banyak buku setiap harinya yang menimbulkan masalah dalam hal penyimpanan publikasi tersebut. Untuk mengatasinya, perpustakaan ini mempunyai beberapa gudang besar, termasuk diantaranya bekas gua bekas penambangan garam sebagai tempat salah satu tempat penyimpanannya. Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, perpustakaan Bodleian menyimpan koleksi manuskrip dan buku-buku sejak ratusan tahun lalu yang tidak terhingga banyaknya. Untuk buku-buku tertentu, pengunjung yang berniat membaca harus mengisi satu formulir yang berisi informasi tentang buku yang dibutuhkan. Di Bodleian ini terdapat suatu sistem yang disebut Pneumatic Lamson Tube System for Book Orders dimana pengunjung kemudian memasukkan formulir tersebut ke dalam sebuah tabung kedap udara yang terhubung ke setiap meja yang nantinya akan diterima oleh petugas perpustakaan dan petugas tersebut akan mencari buku yang diminta dan membawanya ke meja peminta. Sistem ini masih digunakan untuk meminta manuskrip untuk dikirimkan dari New Bodleian Building sampai dihentikannya pada tahun 2010. Nah, petugas perpustakaan inilah yang akan mencari bagian yang dimaksud dan memberikannya kepada pengunjung. Untuk buku dan manuskrip kuno, demi alasan keamanan, dirantai. Tur ini tersedia dalam berbagai bahasa, pada jam tertentu dan disarankan untuk memesan tempat satu hari sebelumnya. Tur yang kami ikuti berdurasi satu jam dengan harga GBP 7 dan berkesempatan mengunjungi Divinity School, Duke Humprey’s Library, Convocation House dan Chancellor’s Court.
Menyusuri Lorong-Lorong Oxford
Sudut-sudut kota Oxford yang klasik turut menguarkan napas kehidupan akademik di kota ini. Meskipun begitu, kawasan perbelanjaan di Broad Street tetap ramai dan menarik para wisatawan yang datang. Di pusat kota di persimpangan Queen Street terdapat Carfax Tower, menara untuk menikmati panorama kota Oxford dari ketinggian hanya dengan membayar 2.2 GBP.
Namanya kota universitas, bergengsi pula, jadi tidak heran sepanjang kami berada disana, kami disuguhi pemandangan mahasiswa mahasiswi yang berpenampilan chic, elegan, dan tentu saja terlihat intelek..pokoknya di mata saya, sangat berbeda dengan penampilan mahasiswa kebanyakan. Kali lain, kami berpapasan dengan mahasiswa gagah berpakaian resmi yang baru keluar dari taksi hitam, sangat berkelas. Hm, apakah institusi mendongkrak penampilan? Jadi terpikir, apakah kalau sekolah di Oxford, saya bisa tampil keren seperti mahasiswa-mahasiswi yang lalu-lalang itu? :)
| Christchurch College yang menjadi lokasi pengambilan gambar film Harry Potter |
| Pemandangan di dalam Brasenose College yang kami kunjungi |
| Nanti kalau sudah besar, sekolah disini ya... :) |
| Bangunan unik menarik di Oxford |
Martyrs' Memorial
Hertford Bridge
Gaya berpakaian mas-mas dan mbak ini keren banget sih? Apa karena sekolah di Oxford ya? :D
Sheldonian Theatre
Carfax Tower
| Pemandangan dari Carfax Tower |
Museum Oxford
| Dipilih..dipilih hoodiesnya :) |
Saturday, 30 November 2013
#World Heritage Sites: Old and New Towns of Edinburgh
| Scott Monument yang didirikan untuk mengenang sastrawan Sir Walter Scott |
| Hamparan bunga yang melambangkan bendera Skotlandia |
Seri situs warisan budaya dunia bersambung kembali. Masih di daratan Inggris Raya, kali ini saya berkesempatan menginjakkan kaki di kota Edinburgh. Sebagai pembuka, perjalanan ke daratan Skotlandia ini adalah salah satu kenangan yang paling berkesan bersama sahabat senasib yang kebetulan sama-sama terdampar di Bristol. Ceritanya, Sri, sahabat saya ini, punya hobi membuka situs ini tengah malam demi mencari tiket murah. Sampai suatu hari, dengan semangat ia memberitahu saya kalau ada tiket murah dari London ke Glasgow. Kebetulan di kampus juga sedang libur tengah semester dan kami sangat penasaran dengan keindahan tanah Skotlandia serta misteri Nessie, si penghuni danau Ness.
Perjalanan dari Bristol ke London lancar sampai kami tiba di bandara Stansted. Saat check in, masalah muncul karena ada satu data di tiket yang kami beli online yang kosong, yaitu data nomor yang hanya dimiliki oleh warga negara Uni Eropa. Kami jadi harus lari kesana kemari sebelum akhirnya bisa memperoleh boarding pass. Itupun masih diwarnai drama Sri tertinggal di belakang saya karena terhambat oleh pemeriksaan di mesin detektor dan dengan yakinnya Sri menyuruh saya untuk boarding lebih dulu, mana ternyata gate di Stansted itu banyak sekali dan pesawat kami ada di salah satu gate yang terjauh :(. Setelah drama satu episode ini, akhirnya kami berdua berhasil naik pesawat dengan terengah-engah. Hal lain yang paling saya ingat dari perjalanan ini yaitu untuk pertama kalinya saya bisa merasakan naik pesawat yang ngebut seperti naik metromini, hihi..ajaib!
Edinburgh adalah kota terakhir yang kami kunjungi di Skotlandia setelah Glasgow dan Inverness. Ibukota Skotlandia ini terdiri dari kota tua (Old Town) yang didominasi oleh benteng pertahanan dan istana dan kota baru (New Town) yang dibangun sejak abad 18. Pada tahun 1995, Edinburgh mendapatkan statusnya sebagai Situs Warisan Budaya dari UNESCO sebagai contoh sukses preservasi dan pembangunan yang harmonis antara kota tua dan kota barunya.
![]() |
| Old Town of Edinburgh |
![]() |
| Old Town of Edinburgh |
![]() |
| New Town yang sedang giat membangun |
![]() |
| Pemandangan New Town dengan latar belakang Old Town |
![]() |
| Arthur's Seat yang terbentuk sekitar 350 juta tahun lalu |
Untuk menjelajahi pusat kota Edinburgh, kami mengikuti tur Sandemans New Europe Walking Free Tour dengan banyak wisatawan lain. Tur ini cocok untuk mahasiswa bermodal pas-pasan seperti kami karena peserta hanya diminta tip sukarela untuk tiga jam berkeliling dan dengan cara seperti ini memungkinkan pengunjung untuk mengetahui banyak legenda lokal dan tempat bersejarah yang sangat menarik dan mungkin tidak termasuk dalam paket tur komersial. Tur ini juga tersedia di beberapa kota besar Eropa seperti Amsterdam, Berlin, London, Munich, Paris, dan Potsdam. Tur menarik ini membawa kami mengunjungi tempat-tempat penting dalam sejarah Skotlandia, tempat J.K. Rowling menelurkan kisah Harry Potter yang sangat terkenal, dan kisah Bobby, si anjing lucu legendaris dari abad ke-19 yang setia menunggui makam sang tuan di Greyfriar Kirkyard selama 14 tahun sampai ia akhirnya meninggal dan dikuburkan tidak jauh dari makam tuannya.
| Tempat JK Rowling mendapatkan inspirasi sambil menulis hingga lahirlah Harry Potter |
| Bobby, si anjing setia |
| Suasana di kompleks pemakaman Greyfriar Kirkyard |
| Nisan John Gray, pemilik Bobby si anjing lucu nan setia |
Di sepanjang Royal Mile, jalan utama yang paling turistik di kota Edinburgh, terdapat banyak bangunan historis dan beraneka toko souvenir yang menarik. Royal Mile ini adalah jalan yang menghubungkan Ediburgh Castle dan Holyrood Palace.
St. Giles Cathedral
|
Poster kampanye di salah satu cafe yang menuntut pembatalan hutang Indonesia kepada UK untuk pembelian senjata pada masa Orde Baru
| Mau tahu berapa hutang Indonesia pada UK untuk pembelian senjata ini? US$ 1.4 milyar!! |
| Museum Edinburgh |
| Calton Hill |
| Rumah pembuat sepatu boot terkenal di Edinburgh |
| Jebakan tangga yang dibuat si pemilik rumah untuk pencuri |
| Edinburgh Castle |
| Salah satu sisi Edinburgh Castle |
Dua hari di Edinburgh rasanya belum cukup untuk mengeksplorasi kota cantik yang klasik ini. Semoga suatu hari nanti mimpi membawa saya lagi ke sana. Tulisan ini sekaligus diperuntukkan bagi Sri, teman seperjalanan dan salah satu teman terbaik yang saya miliki. Miss you loads and our good old times! Jalan-jalan lagi yuk ke Edinburgh *serasa punya pohon duit :p*
Subscribe to:
Posts (Atom)





