Monday, 1 April 2013

#World Heritage Sites: Stonehenge, (Avebury and Associated Sites)

Masih ingat koleksi desktop wallpaper Windows XP? Salah satunya adalah foto Stonehenge di Inggris.


Pertama kali tahu tentang Stonehenge, ya dari desktop wallpaper ini, dan saya berkhayal suatu hari bisa pergi kesana. Kekuatan mimpi membawa saya kesana pada suatu hari yang mendung dan gerimis di penghujung September 2007. Alhamdulillah, saya beruntung bisa sampai ke situs yang berada di wilayah Wiltshire, Inggris tanpa perlu susah payah memikirkan moda transportasi dan cara menuju kesana, tentunya karena ada sang pacar (waktu itu) yang mengantar kemana-mana :). Apabila tertarik mengunjungi Stonehenge, informasi lengkapnya ada di situs Stonehenge.

Stonehenge adalah situs prasejarah yang menakjubkan. Bayangkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, batu-batu menhir raksasa tersebut, yang beratnya bisa mencapai 4 ton dibawa dari berbagai tempat di Inggris, salah satunya dari wilayah Wales melalui jalan air, sejauh kurang lebih 240 km. Susunan bebatuan juga diperkirakan ditentukan oleh ilmu astronomi manusia prasejarah ketika itu. Suatu teknologi yang sangat canggih di masa prasejarah yang sulit dibayangkan oleh akal kita di jaman sekarang. Itu juga salah satu alasan Stonehenge menerima status sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1986.

Sedikit tips pada saat mengunjungi Stonehenge:

1. Menyewa audio guide, sehingga kita memperoleh penjelasan tentang sejarah bagaimana batu-batu raksasa itu tersusun dan beragam cerita dibalik tujuan pembangunannya.

2. Membawa jaket anti air/payung/kacamata, mengingat karena Stonehenge ini adalah situs di udara terbuka dan cuaca di Inggris yang tidak menentu. Jangan sampai kunjungan ke tempat yang fantastis ini terganggu oleh hujan atau terik matahari, meskipun seterik-teriknya matahari disana berbeda dengan terik matahari di Jakarta atau Bangkok :).

3. Stonehenge dapat dikunjungi dalam satu hari, jadi waktu itu, setelah pagi hari dihabiskan untuk menikmati keindahan dan aura misterius Stonehenge, kami menuju kota Salisbury yang klasik sekaligus mengunjungi Salisbury Cathedral yang indah dan megah dari abad ke-12.

4. Nikmati pemandangan khas pedesaan Inggris disekitar wilayah Stonehenge, hamparan rumput hijau sejauh mata memandang, dan kelompok domba-domba dan sapi-sapi yang sedang merumput.

5. Yang paling penting, jangan lupa membawa kamera dan ambil foto sebanyak-banyaknya.

Selamat berjalan-jalan!

Berikut sebagian koleksi foto-foto pribadi yang diambil di Stonehenge:

Stonehenge yang fenomenal


Kehilangan kata-kata ketika melihatnya





Antrian di pintu masuk

"Penduduk" sekitar Stonehenge sedang bersantai

Selamat datang di Stonehenge!


Salah satu sudut kota Salisbury




Tuesday, 19 March 2013

Avocado Pie

Maksud hati mau membuat seperti menu pencuci mulut seperti ini


eehh..ternyata ada kesalahan teknis yang cukup fatal. Demi menyelamatkan bahan-bahan yang sudah terlanjur dibeli, akhirnya malah seperti ini :)


Meskipun baru pertama kali mencoba resep ini, tapi penampakannya lumayan dan rasanya enak, menurut saya sih. Berikut resepnya:

- 2 buah alpukat matang
- 1 kaleng susu kental manis
- 1 buah (9-inci) graham crackers crust siap pakai
- 1/2 cup jus lemon (saya pakai jus dari 1 buah lemon utuh)

Cara membuat:

Campur alpukat, jus lemon, dan susu kental manis dalam mangkuk dan aduk dengan mixer. Setelah adonan lembut, tuangkan diatas graham crackers. Dinginkan di kulkas selama 3-4 jam. Bila suka, hiasi dengan whipping cream.

Sebagai penggemar alpukat, menurut saya tidak pernah ada makanan olahan dari alpukat yang tidak enak. Mulai dari guacamole, avocado salad, es kelapa alpukat, jus alpukat campur coklat, es campur, semuanya enaaakkk...hmm, apalagi kira-kira menu yang bisa diolah dari alpukat ya?

Friday, 15 March 2013

Patah Hati

Di suatu pagi, kurang lebih 10 tahun yang lalu, di depan kantor di daerah Kebayoran Baru, ada seorang pria tinggi besar berambut kribo abu-abu sedang membuka bagasi belakang mobilnya. Saya ada tidak jauh dari situ, dan tertarik untuk mengamatinya. Ya, dialah calon bos saya di kantor ini.

Pada awalnya saya bergabung dalam pekerjaan proyek di Jakarta sebagai intern, saya hanya berkomunikasi dengan Associate Expert-nya, seorang pria Italia yang ganteng, lembut dan baik hati. Eh, tidak lama saya bergabung, sang Associate Expert baik hati tersebut pindah negara dan otomatis saya harus berkomunikasi langsung dengan Pak Kribo tadi. Kesan pertama, Pak Kribo terlihat galak baik dari pembawaan maupun penampilan, sungguh sangat bertolak belakang dengan koleganya, meskipun sama-sama orang Italia.

Singkat cerita, setelah melalui masa penyesuaian dengan sang bos, sayapun menikmati masa-masa kerja saya di kantor ini, walaupun selalu ada suka dukanya. Sampai pada suatu hari, Pak Kribo muncul di kantor dengan gaya baru, rambut terpangkas rapi...wow, semenjak hari itu kegantengan pak Kribo yang dulu sempat tersamarkan menjadi terlihat nyata!!! Hm, namanya sekarang bukan Pak Kribo lagi karena sudah tidak kribo, tapi jadi Pak Ganteng. Sayang sekali, Pak Ganteng sudah beristri dan mempunyai dua orang anak, hehehe...

Semakin lama mengenal Pak Ganteng ini, ternyata berkebalikan dengan bayangan saya dulu waktu pertama melihatnya. Dari sisi profesional, Pak Ganteng pintar, menguasai lima bahasa, rajin, dan sangat sistematis, terlihat dari catatannya; dari sisi personal, Pak Ganteng orangnya hangat, pandai menari, sangat lucu dan banyak akal...ada saja bahan candaannya yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Sepanjang pengalaman saya bekerja dengan Pak Ganteng, beliau juga cukup perhatian dengan masalah pribadi yang pernah saya hadapi, sampai dalam beberapa kesempatan, seringkali setelah pembicaraan kami dalam hal pekerjaan selesai, dilanjutkan dengan  pembicaraan ringan seperti antara bapak dan anak. Tapi gara-gara Pak Ganteng juga, saya tidak bisa berpakaian modis kalau ke kantor karena seringkali, alih-alih menggunakan mobil kantor atau taksi untuk pergi rapat di luar kantor, Pak Ganteng lebih suka membonceng saya di atas motor Vespanya :D.

Di luar pembicaraan profesional sehari-hari, Pak Ganteng, tanpa maksud apapun, dengan gaya isengnya sering bertanya atau membuat komentar tentang hal pribadi orang-orang di kantor, dengan gaya yang lucu dan hampir tidak mungkin membuat orang yang ditanya merasa marah atau terganggu, malah sebaliknya, tertawa terpingkal-pingkal. Saya jadi ingat salah satunya, suatu hari di tahun 2006 ada intern baru yang datang dan diperkenalkan kepada kami. Kebetulan saya sedang berada di ruangan Pak Ganteng ketika sekretaris unit memperkenalkan intern tersebut. Setelah mereka keluar dari ruangan, Pak Ganteng dengan ekspresi jahil berkata supaya saya mendekati sang intern baru dan menjadikannya pacar. Rupanya Pak Ganteng cukup peduli dengan keadaan asistennya yang tidak punya pacar waktu itu dan setiap kali Pak Ganteng tugas ke Eropa, si asisten ini selalu minta dibawakan oleh-oleh pria single berpaspor Schengen :p. Waktu itu saya menolak dengan dalih si intern ini masih tampak seperti remaja dan Pak Ganteng hanya geleng-geleng kepala saja mendengar jawaban saya. Percaya atau tidak, empat tahun kemudian, saya dinikahi sang intern yang pernah diusulkan Pak Ganteng untuk dijadikan pacar, hmm..apakah Pak Ganteng mempunyai indera keenam? Tidak tahu juga...

Hubungan profesional kami sebagai atasan dan bawahan harus diakhiri pada tahun 2007 ketika saya mengundurkan diri untuk melanjutkan sekolah. Pak Ganteng juga sangat suportif dan memberikan dukungan penuh ketika saya bermaksud melanjutkan sekolah. Ada banyak suka duka bekerja dibawah supervisi Pak Ganteng selama kurun waktu empat tahun yang semuanya menjadi pengalaman berharga untuk saya pribadi.
Sejak saya keluar dari kantor tersebut sampai tahun lalu, apabila sedang berada di Indonesia, saya selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan bertukar kabar dengan Pak Ganteng. Nah, beberapa hari yang lalu, saya menerima email perpisahan dari Pak Ganteng yang akan pindah setelah belasan tahun bertugas di Indonesia, dan sayapun....patah hati!

Siapa yang tidak akan patah hati kalau setiap hari bertemu dengan atasan yang seperti ini?

Kemiripan nyaris 100% dengan pose seperti ini (kredit foto: http://winningateverything.com/tag/george-clooney)
Saya saja yang sudah tidak bekerja lagi di kantor tersebut masih patah hati, bagaimana kabar asisten Pak Ganteng yang ditinggal pergi ya?

Teruntuk asisten Pak Ganteng: terima kasih fotonya ya, jadi punya ide untuk nulis ini deh :) *mudah-mudahan patah hatinya sudah sembuh ya neng, pelukk*

Kelompok Bermain

Setelah 3 bulan mengikuti kegiatan playgroup yang menyenangkan, kami diberitahu bahwa sekolah tempat kegiatan berlangsung akan ditutup.Pemilik tanah memutuskan untuk membangun condominium di atas tanah dimana sekolah ini berdiri sejak 20 tahun lalu :(. Padahal, playgroup ini adalah satu-satunya dari semua lembaga yang saya kontak yang menerima anggota dibawah usia 1 tahun.

Dengan hanya membayar THB 200 setiap kali datang, si kecil dapat bermain dan belajar selama dua jam dalam suasana menyenangkan dengan ibu guru yang luwes dan pintar. Sayang, kesempatan main dan belajar di tempat ini akan berakhir bulan Juni nanti.

Catatan ini saya buat untuk mengingatkan pada pengalaman pertama si kecil ikut playgroup, dimana ia menjadi anggota termuda. Ya, meskipun saya pernah mempunyai pengalaman buruk dengan perempuan yang mengaku sebagai kepala di sekolah tersebut, hal itu tidak membuat saya kapok untuk datang lagi karena gurunya dan kegiatan di playgroup-nya telah membuat saya jatuh cinta.

kegiatan bermain bebas dan mendengarkan ibu guru bercerita
kiri atas: snack time; kanan bawah: ternyata ada ya toilet dan wastafel mini seperti ini...lucu sekali penampakannya!

Friday, 8 March 2013

Two weeks....

and I am still survived, alive, and hopefully able to keep my sanity. Yes, home alone for 24/7 with a ninth-month old over a span of three weeks is NOT EASY AT ALL! Despite the fact that he's been very sweet and cooperative as usual, there were times when he really challenged my patience by crying out loud at night time and waking up at early hours around 3-4 a.m., things that rarely happen when daddy is home and that I have difficulties to cope with, especially when my husband is away.
Our life will always be like this, but more than two weeks of business trip is just too much, I would say. So, hats off to all tough women out there who live a long distance relationship with their spouses while taking care of their children during long certain periods.
At this time, while observing him when he is sound asleep, I feel guilty for not having enough patience in taking care of this innocent human being that I love dearly :(. Dear God, please give me strength, patience, and ability to look after Your precious gift so I can be a better mother each day, aamiin. So, two weeks have passed, another week to go :)
My darling son, I love you to the moon and back. My dear husband, come back soon, we need you!

Tuesday, 5 March 2013

Tentang Kunci

Pernah berada dalam situasi yang tidak mengenakkan sekaligus konyol?
Saya pernah, dan hampir semuanya berhubungan dengan kunci :). *Duh, harusnya saya mengerjakan tulisan yang sudah lewat deadline, tapi apa daya, sang ide entah hilang kemana, malah teringat soal insiden-insiden konyol yang pernah saya alami*.

Kejadian pertama, pada suatu malam, beberapa tahun yang lalu, pertemuan dengan masyarakat yang saya ikuti berakhir cukup larut (saya sempat bekerja di suatu proyek berbasis masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah pertemuan di malam hari pada akhir pekan), akibatnya saya tiba di kosan saya di daerah Kebayoran Baru hampir jam 11 malam. Karena saya tidak menelepon ibu kos sebelumnya, saya dapati pagar sudah terkunci dan lampu rumah padam, yang artinya penghuni rumah sudah tidur semua. Mau loncat pagar, takut dikira maling, teman kos satu-satunya sedang pulang ke rumahnya di luar kota, duh, bagaimana ini? Akhirnya, tanpa berpikir panjang, saya kembali naik taksi yang mengantar saya pulang tadi sambil berpikir keras kemana saya harus menuju. Di taksi, berkejaran dengan ponsel yang nyaris habis baterai, terpikirlah untuk menelepon seorang teman yang tinggal di kos-kosan besar di daerah Setiabudi. Sayapun meneleponnya, menyampaikan maksud saya, dan telepon pun mati, ppfiuuhh...deg-degan tapi lega, nyaris saja saya luntang-lantung malam ini di ibukota. Setelah kejadian itu, saya selalu memastikan untuk menelepon ibu kos memberitahukan apabila saya pulang malam dan meminta agar pagar tidak dikunci.

Kejadian kedua, waktu berlibur ke Jakarta, seorang teman baik menawarkan apartemennya untuk kami tinggali. Kebetulan, sang teman sedang sibuk pulang pergi ke luar kota dan luar negeri dalam kurun waktu tiga minggu, dan hanya pulang sebentar ke apartemennya diantara jeda perjalanan satu dengan perjalanan lainnya. Satu malam, kami bermaksud pergi makan seafood di Benhil. Teman kami itu baru saja pulang dari luar kota dan tidak mau ikut makan diluar karena capek. Kami bilang paling lambat sampai apartemen jam 9.30 malam dan tidak minta kunci, mengingat ada si pemilik apartemen yang bersedia membukakan pintu. Kamipun pergi makan dan pulang dengan perut kenyang sekaligus baju bau asap. Begitu sampai di depan pintu, diketuk berkali-kali, dipanggil, ditelepon, tidak ada hasil. Akhirnya, selama hampir 30 menit mencoba, kamipun menyerah. Suami berinisiatif untuk menginap di hotel sebelah apartemen yang saya tanggapi dengan dingin. Coba bayangkan, check in di hotel hampir jam 11 malam dengan pria asing, dengan pakaian seadanya, bau asap seafood pula, dan besoknya check out dengan pakaian yang sama pula, apa kata dunia? Tapi, waktu yang terus beranjak larut membuat saya menepis semua kekhawatiran, lagipula kami sudah menikah, jadi terserah apa kata orang. Malam itu, untuk pertama kalinya, saya tidak dapat menikmati tidur di hotel bintang lima, dan keesokan paginya, rasanya saya ingin cepat-cepat menyelesaikan sarapan, sementara suami malah bersantai ria. Siangnya, kami bertemu dengan si pemilik apartemen, ternyata oh ternyata, dia tertidur pulas saking capeknya, dan ketika melihat kamar tempat kami tidur kosong, ia berpikir bahwa kami tidak pulang, padahal... :)

Kejadian ketiga, saat liburan ke Jakarta juga, kami menempati unit yang sama, karena kebetulan si teman baik sedang dinas ke luar kota. Alkisah, suatu malam kami berniat keluar mencari makan. Tepat ketika kami melewati dan menutup pintu, suami saya berseru kalau kuncinya masih tergantung di lubang kunci...yaahh..bagaimana kami masuk nanti? Enaknya tinggal di apartemen, selalu ada layanan 24 jam untuk hal-hal darurat seperti ini. Setelah meminta tolong resepsionis, 30 menit kemudian pintu berhasil dibuka oleh teknisi dan kami pun terhindar dari risiko menjadi tunawisma malam itu.

Kejadian keempat, sewaktu mengunjungi teman saya di kota Lyon, saya diajak teman saya itu menghadiri suatu pesta. Menjelang jam 12 malam, kami meninggalkan pesta tersebut dan menuju stasiun metro terdekat. Teman saya dan satu orang temannya sudah masuk duluan dan saya mengikuti dari belakang. Pertama mencoba, mesin menolak menerima kartu metro saya. Kedua kali, tidak ada reaksi; ketiga kali, sama saja. Rupanya ada masalah dengan kartu metro saya. Sayapun mulai panik karena loket penjualan tiket sudah kosong dan kedua teman saya sudah berada di dalam. Bagaimana saya mau pulang? Akhirnya, mereka berdua menyarankan saya untuk melompati gerbang otomatis tersebut. Awalnya saya ragu-ragu, takut terekam CCTV, tapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saya melakukan yang disarankan. Pikir saya waktu itu, kalaupun ketahuan, saya punya alasan yang kuat dan ada dua teman saya yang bisa menjadi saksi. Syukurlah tidak ada panggilan apapun dari kantor polisi sampai beberapa minggu setelahnya..pengalaman unik di negeri orang, yang tidak ingin saya alami lagi tentunya.

Kejadian kelima, bukan saya yang mengalami sendiri, melainkan teman kos saya, sebut saja X. Si X ini, untuk sebagian besar orang yang mengenalnya, seringkali dianggap aneh, suka mencari perhatian, suka berkhayal, dst. Kamar X bersebelahan dengan kamar saya. Suatu malam, teman saya yang lain menemukan X tengah meringkuk tertidur di depan pintu kamarnya. Karena kasihan, teman saya membangunkan si X dan menyuruhnya tidur di kamar dia. Hihi, sampai sekarang tidak jelas alasannya kenapa X tidak langsung masuk ke kamarnya untuk tidur dan malah tidur di depan pintu kamar. Lupa bawa kunci? mungkin...Terlalu lelah? mungkin.. Yang pasti bukan karena hangover karena saya tahu persis meskipun X suka datang ke acara pesta teman-teman, dia tidak minum sama sekali. Yang jelas, kelakuan X ini membuat predikat aneh semakin melekat pada dirinya, ada-ada saja.

Ada yang punya pengalaman serupa?

Tuesday, 26 February 2013

Ada apa di Chuvit Garden?

Banyak hal yang begitu sensasional di Thailand, salah satunya adalah taman ini. Chuvit Garden berlokasi tidak jauh dari tempat kami tinggal dan hampir setiap pagi dan sore hari, saya membawa si kecil berjalan-jalan kesini. Taman yang merupakan milik pribadi ini selalu ramai dengan anak-anak kecil yang bermain dan orang dewasa yang berolah raga setiap pagi dan sore. Berawal dari papan informasi di salah satu sudut taman, diceritakan bahwa taman ini didesain dan dimiliki oleh seorang politisi Thailand yang juga pengusaha panti-panti pijat besar di Bangkok bernama Mr. Chuvit Kamolvisit. Oleh karena itu, taman ini dinamai sesuai dengan nama pemiliknya. Lalu dimana sensasionalnya? Belakangan, dari Lonely Planet, saya tahu bahwa cerita dibalik pembangunan taman itulah yang sensasional, dan kisah-kisah tentang sang pemilik sendiri. Demi membangun Chuvit Garden, sang pemilik meratakan bangunan-bangunan tempat usaha di atas tanah miliknya yang sebelumnya disewakan secara resmi dengan buldozer. Karena tindakannya, ia dijatuhi hukuman penjara. Disini diceritakan lebih lengkap tentang siapa Mr. Kamolvisit.

Ternyata, keteduhan taman cantik Chuvit Garden di tengah-tengah hutan beton Sukhumvit Road menyimpan cerita lain. Daripada pusing mengikuti ceritanya, mari kita tengok langsung Chuvit Garden :)



Salah satu pengunjung taman sedang dijemur :)











Gazebo di sisi lain Chuvit Garden

Sebagai penutup, terlepas dari cerita sensasional dibalik Chuvit Garden, salah satu hal penting yang membedakan Bangkok dengan Jakarta sebagai ibukota metropolitan ialah keberadaan ruang terbuka hijau. Hm, kira-kira ada tidak ya orang kaya di Jakarta yang bersedia mengorbankan tanah miliknya pribadi untuk dibangun menjadi ruang terbuka publik seperti Chuvit Garden?

Sunday, 24 February 2013

#World Heritage Sites: City of Bath

Kota Bath yang cantik saya lewati dalam perjalanan dari bandar udara Heathrow menuju kota Bristol pada bulan September 2007. Dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Inggris, mantan pacar (waktu itu) tinggal dan berkemah di dekat kota Bath selama menemani minggu-minggu pertama saya di Bristol. Ketika saya datang, dibawanya saya ke tempat-tempat yang telah ia survei sebelumnya di kota ini.

Sesuai dengan namanya, kota Bath, awalnya bernama Aquae Sulis pada masa pemerintahan Romawi, dibangun antara tahun 60-70. Dibangun oleh bangsa Romawi sebagai tempat pemandian air panas (thermal spa), Bath menjadi salah satu spa town terkemuka di Eropa pada abad ke-18. Harga tiket masuk GBP 7.5 pada tahun 2007 yang relatif mahal untuk mahasiswa seperti saya sungguh sebanding setelah melihat sendiri reruntuhan pemandian jaman Romawi di dalam Roman Baths. Info detil tentang Roman Baths dapat dilihat disini. Selain itu, gedung-gedung indah di kota ini mempunyai gaya arsitektur yang menawan dan megah, menyatu dengan pemandangan alamnya yang indah membuat Bath mempunyai karakter garden city yang kuat *teringat kuliah PL301 Perencanaan Kota :p*. Reruntuhan kota Romawi Aquae Sulis yang terletak di dalam Roman Baths dan Abbey Church dari abad Pertengahan adalah pusat perhatian dari kota ini. Bath juga sempat menjadi pusat produksi wol yang terkenal pada abad Pertengahan.

Kota Bath dapat dicapai dengan kereta api dari London selama 90 menit dari stasiun London Paddington dan tiba di stasiun Bath Spa. Jika Anda berkesempatan mengunjungi wilayah Barat Daya Inggris, jangan lewatkan kunjungan ke salah satu kota terindah di Inggris Raya yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia pada tahun 1987. Jika kebetulan Anda berkunjung pada bulan Desember, cobalah untuk mendatangi Bath Christmas Market yang paling terkenal di wilayah Avon. Ada banyak barang menarik dan aneka makanan lezat yang dijual di acara ini.

Informasi lengkap mengenai kota Bath bisa dibaca disini dan disini. Berikut pemandangan kota Bath yang diambil selama kunjungan dalam kurun waktu 2007-2009.

Abbey Church

Bath Christmas Market

Bath Christmas Market dengan Abbey Church sebagai latar belakang

Roman Bath yang terkenal

Roman Bath

Kolam peruntungan yang penuh dengan koin

Salah satu sudut Roman Bath

Salah satu sudut Roman Bath dengan restoran mewah The Pump Room di bagian atas

Taman kota dengan latar belakang gedung The Empire Hotel


Avon Canal lengkap dengan angsa putih yang sedang bermain

Bersama teman-teman Hodgkin House di depan Royal Crescent

Bath, the World Heritage City

Taman kota

Suasana di depan Abbey Church pada akhir musim panas



Teman-teman PPI Bristol dan penduduk setempat yang sedang mengikuti karnaval

Pulteney Bridge dengan toko-toko suvenir menarik diatasnya

Avon Canal, Bath

Royal Crescent yang indah dan megah

Thursday, 14 February 2013

#World Heritage Sites: Sangiran Early Man Site

Pada awalnya, tujuan perjalanan saya dan beberapa teman adalah kota Solo. Karena kami sepakat menyewa kendaraan untuk mengunjungi beberapa objek wisata di luar kota Solo, ide untuk mampir ke situs arkeologis Sangiran pun serentak disetujui semua peserta perjalanan. Situs Prasejarah Sangiran terletak sekitar 15 kilometer di sebelah timur kota Solo.

Di area situs Sangiran ini, pada rentang tahun 1936 - 1941 telah ditemukan kurang lebih 50 fosil Meganthropus palaeojavanicus and Pithecanthropus erectus/Homo erectus. Situs Sangiran dianugerahi status Situs Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996 karena merupakan salah satu situs penting dalam memahami sejarah evolusi manusia. Ketika pada akhirnya saya berkesempatan menginjakkan kaki di Sangiran, seketika teringat mata pelajaran Sejarah di bangku Sekolah Dasar yang membahas tentang fosil manusia purba Sangiran ini.

Di kompleks situs Sangiran terdapat museum prasejarah Sangiran yang diresmikan pada tahun 1988 dimana terdapat fosil manusia dan binatang prasejarah dari sejak 2 juta tahun yang lalu, teater tertutup yang memutar film pendek tentang situs Sangiran, dan satu gedung yang berisi ribuan fosil yang berhasil dikumpulkan oleh tim ekskavasi. Bagian fosil-fosil ini kemudian dipelajari oleh para arkeolog untuk kemudian dicocokkan satu sama lain sampai akhirnya membentuk satu makhluk, entah itu fosil manusia purba atau fosil binatang purba.

Tiket masuk situs ini pada tahun 2007 adalah Rp. 3,000 untuk wisatawan domestik, Rp.7,500 untuk wisatawan asing, dan Rp. 50,000 untuk menonton satu kali pemutaran film.



Bagian fosil makhluk yang telah berhasil dikumpulkan

Penjelasan tentang stratigrafi kawasan situs dan lokasi fosil manusia purba ditemukan

Bagian fosil yang sedang dibersihkan

Ruang tempat penyimpanan ribuan fosil yang berhasil ditemukan


Fosil mulut buaya purba

Fosil tulang punggung dan gigi binatang purba

Yang tidak boleh dilewatkan
Mengunjungi ruangan tempat ribuan fosil disimpan dan mengamati cara kerja staf ahli dalam menyusun fosil-fosil tersebut menjadi suatu kerangka lengkap bagaikan bermain puzzle dengan tingkat kesulitan yang amat tinggi.

Pada kunjungan saya tahun 2007, sedang dibangun gedung baru sebagai pengganti gedung museum yang ada. Jika Anda berkunjung kesana sekarang, mungkin kondisinya telah jauh berbeda, koleksinya lebih lengkap dan presentasinya lebih menarik untuk dinikmati, khususnya bagi pecinta sejarah dan arkeologi.